Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Curah Hujan Meningkat, Warga Grobogan Diminta Waspada Bencana Alam

MURIANEWS, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta masyarakat untuk bersikap waspada terhadap kemungkinan munculnya bencana alam. Terutama bencana banjir seiring sudah makin meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Permintaan itu disampaikan Sri Sumarni saat meninjau Bendung Glapan dan sejumlah ruas tanggul di aliran Sungai Tuntang di wilayah Kecamatan Gubug, Kamis (31/12/2020).

“Bencana alam ini tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Untuk itu, sikap waspada selalu kita lakukan. Terlebih, akhir-akhir ini kondisi cuaca hampir tiap hari hujan yang mengakibatkan meningkatnya elevasi sungai naik. Meski demikian, kita tentunya berharap agar tidak ada bencana yang terjadi di Grobogan,” katanya.

Sejumlah pejabat ikut mendampingi Sri Sumarni dalam kesempatan itu. Antara lain, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Asman Mokoginta, Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih, Kepala Satpol PP Nur Nawanta, Kepala Dinsos Edi Santoso, forkopimcam Gubug, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Sri juga meminta kepada pihak BPBD untuk lebih sigap dalam penanganan bencana. Harapannya, jika terjadi bencana bisa meminimalisir korban jiwa maupun harta benda.

Kemudian, upaya monitoring kondisi di lapangan perlu terus dilakukan setiap saat. Terutama, di daerah yang berada di sepanjang aliran sungai-sungai besar. Seperti sungai Tuntang, Lusi, Serang, dan Jajar.

“Tidak lupa, koordinasi dengan instansi terkait lainnya serta pihak desa juga perlu dilakukan secara rutin. Kami minta pihak desa agar segera memberikan informasi jika ada potensi terjadinya bencana di wilayahnya,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Sri mengajak peran serta seluruh komponen masyarakat dalam penanggulangan dan pencegahan terjadinya bencana. Sebab, persoalan penanggulangan dan pencegahan bencana ini, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.

“Masalah bencana ini menjadi tugas kita bersama. Jadi, kita butuh dukungan dan peran serta dari seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.

Sri menambahkan, berdasarkan peta geografis, Kabupaten Grobogan memang cukup rentan bencana. Sebab, letaknya berada di daerah cekungan perbukitan atau lembah. Yakni, antara perbukitan Pegunungan Kendeng Utara dan Kendeng Selatan.

Meski demikian, pihaknya akan berupaya untuk meminimalkan terjadinya bencana alam di wilayahnya. Sejauh ini, sudah cukup banyak langkah yang diambil dalam kaitannya dengan penanganan bencana tersebut. Misalnya, pembuatan embung, reboisasi, normalisasi sungai dan perbaikan tanggul.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...