Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Hanya Paru-Paru, Covid-19 Juga Bisa Serang Organ Lain

MURIANEWS, Kudus – Covid-19 tidak hanya menyerang organ paru-paru semata. Namun, juga bisa menyerang organ lainnya yang ada di dalam tubuh.

Hal ini disebabkan adanya kesinambungan antara organ yang satu dengan yang lainnya. Setidaknya ada sembilan organ yang berpotensi diserang Covid-19. Hal ini dijelaskan oleh Direktur RS Aisyiyah Kudus dr Hilal Ariadi.

“Bisa menyerang organ lain juga di dalam tubuh. Karena organ yang satu dengan organ lainnya saling berkaitan,” katanya, Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, covid-19 dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru. Sehingga berpotensi merusak paru-paru. Gejala yang ditimbulkan meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas.

Selain paru-paru, jantung dan pembuluh darah juga berpotensi terserang Covid-19. Virus akan masuk melalui sel pembuluh darah. Sehingga menyebabkan gangguan fungsi pada pembuluh darah.

“Hal ini menyebabkan gangguan fungsi pada pembuluh darah. Akibatnya, terjadi penggumpalan darah, serangan jantung, dan radang pada jantung,” ujar dia.

Covid-19 juga menyerang otak. Sehingga menyebabkan infeksi. Hal ini mengakibatkan stroke, kejang, derilium, dan radang otak.

Tidak berhenti di situ, organ mata juga tidak luput sasaran Covid-19. Akibat yang ditimbulkan yakni mata merah dan berair. Selain itu, Covid-19 juga dapat menyerang hidung sehingga merusak saraf penciuman.

Organ liver juga tidak luput dari serangan Covid-19. Hal ini berdampak pada kenaikan enzim liver. Tidak berhenti di situ, ginjal juga berpotensi mengalami kerusakan akibat Covid-19.

Selain itu, saluran pencernaan juga dapat terimbas Covid-19 sehingga menyebabkan diare. Terakhir, kulit juga dapat terinfeksi Covid-19. Dampak yang ditimbulkan muncul gejala kulit kemerahan, bentol-bentol dan gatal.

“Tetap jaga daya tahan tubuh supaya tidak menimbulkan efek permanen,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dr Dony Wicaksana. Menurutnya ketika Covid-19 menyerang organ di dalam tubuh, penyebarannya dilakukan lewat pembuluh darah.

“Kalau sudah di dalam tubuh penyebarannya lewat pembuluh darah. Kalau antarmanusia penyebarannya lewat droplet,” terangnya.

Tak henti-hentinya, dr Dony juga menyarankan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. “Tetap patuhi 3M ditambah dengan ventilasi, durasi, jarak (VDJ),” sambungnya.

Menurutnya lebih aman ketika ventilasi konsep terbuka. Misalnya saat bekerja. Kemudian Durasi ngobrol yang dilakukan dengan cara diberi jeda saat berada si dalam satu ruangan. Selain itu, jarak ngobrol juga harus diatur 1,5 sampai dua meter.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...