Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Ada Sosialisasi, Pedagang Pasar Pakis Pati Tiba-Tiba Diminta Uang Sewa Kios

MURIANEWS, Pati – Para pegadang Pasar Pakis, Kecamatan Tayu merasa geram dengan pemerintah desa setempat. Pasalnya, tanpa ada sosialisasi apapun, mereka tiba-tiba diminta untuk membayar uang sewa kios mau pun los.

Padahal, kios dan los di pasar tersebut tercatat sebagai Hak Guna Usaha (HGU) yang sudah ditempati sejak lama. Selain itu, setiap hari pedagang juga sudah membayar retribusi kepada pihak pengelola.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pakis Marsono mengatakan, penarikan uang sewa itu tidak jelas muaranya. Sebab, dalam surat eradan nomor 460/41 yang dikeluarkan oleh PJ Kepala Desa Pakis tertanggal 23 November 2020, keputusan penarikan biaya sewa kios pasar berdasarkan musyawarah bersama.

“Namun, pada saat musyawarah, kami tidak dilibatkan. Tahu-tahu ada surat edaran untuk membayar sewa. Kami sebagai pedagang kecil juga bingung. Karena selama ini kami sudah membayar retribusi. Lha ini ditambah ada beban sewa,” ungkapnya, Kamis (31/12/2020).

Lebih dari itu, peralihah status dari HGU menjadi sewa, dinilai tidak berdasar. Apalagi tanah yang ditempati sebagai pasar pakis itu merupakan tanah milik negara, desa tidak mempunyai sertifikatnya.

“Pasar Pakis ini kan pasar rakyat. Dulu hanya ada beberapa pedagang, tapi seiring berkembnagnya waktu, yang berjualan di sini semkain banyak. Tidak ada sewa,” jelasnya.

Sementara pedagang Pasar Pakis Ahmad Rony bersama dengan 200-an pedagang lain, mengaku keberatan dengan adanya sewa tersebut. Lantaran dasar hukumnya status peralihannya belum jelas.

Selain itu, selama ini kondisi pasar juga cenderung diabaikan oleh pihak desa. Tidak sedikit atap pasar yang bocor dan tidak diperbaiki. Padahal, setiap hari pedagang selalu membayar retribusi.

“Yang jelas, (pasar) ini status bangunanya adalah HGU. Kalau tiba-tiba di sewakan tanpa sepengetahuan kami, jelas kami menolak,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...