Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

KALEIDOSKOP 2020

Peristiwa Menggemparkan: Tiga Kabupaten Gelap Gulita Hingga Bapak Bunuh Anak karena Corona

MURIANEWS, Kudus – Berbagai peristiwa menggeerkan terjadi di wilayah eks-Karesidenan Pati pada tahun 2020. Dari peristiwa-peristiwa itu bahkan ada yang sampai berdampak pada warga di beberapa kabupaten.

Ada juga peristiwa tragis seorang ayah yang membunuh anaknya lalu mencoba bunuh diri lantaran mengira dirinya terpapar Covid-19. Selain ada juga beberapa peristiwa kebakaran besar yang menelan kerugian sampai miliaran.

 

Tower SUTT PLN di Rembang roboh dan menimpa rumah milik warga. (PLN)

Tower SUTET Ambruk, Tiga Kabupaten Gelap Gulita

Tower 67 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN di Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, roboh, Selasa (25/2/2020) malam. Tower jaringan listrik itu roboh dan menimpa dua rumah serta satu kandang ternak.

Akibatnya, dua orang warga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Selain itu, akibat ambruknya tower itu juga menyebabkan listrik di Rembang, Pati, dan Blora sempat padam total.

Haris, Plt Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY dalam siaran persnya mengatakan jika robohnya SUTT itu akibat hujan yang bekepanjangan hingga menyebabkan struktur tanah di sekitar tower rusak.

“Hujan menyebabkan tanah sekitar tower tergenang, sehingga berdampak pada kekuatan struktur tanah pada pondasi tower,” katanya, Rabu (26/2/2020).

 

 

Petugas tengah mendinginkan gudang Istana Ban Kudus yang terbakar. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Terbakar Hebat, Istana Ban Rugi Rp 2,5 Miliar

Gudang Istana Ban yang berada di Jalan Raya Pantura Kudus-Pati KM 5, Mejobo, Kudus, terbakar hebat pada Rabu (3/6/2020) malam pukul 20.00 WIB.

Kobaran api setidaknya telah menghanguskan sekitar 4.500 unit ban baru yang disimpan dalam gudang tersebut. Setelah sebelumnya, api membakar ratusan ban bekas di luar gudang. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar.

Proses pemadamakan juga berlangsung cukup lama. Butuh waktu 17 jam untuk melakukan pemadaman dengan mengerahkan belasan unit mobil pemadam kebakaran.

Api yang menghanguskan bangunan dua lantai itu diduga berawal dari tumpukan ban bekas yang berada di sisi bagian timur bangunan.

 

Petugas mencoba memadamkan api yang membakar gudang mebel di Jepara. (MURIANEWS.com/Budi Erje)

Gudang Mebel Milik Warga China di Jepara Terbakar karena Ledakan Oven

Pada 29 Agustus 2020, gudang mebel milik warga China di Jalan Raya Jepara-Kudus, turut Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, Jepara ludes terbakar.

Kebakaran ini terjadi pada saat gudang masih dalam kondisi produksi. Sedikitnya ada 14 orang pekerja yang saat itu sedang melakukan aktivitas.

Kebakaran diduga karena ledakan oven pengering kayu, hingga menyebabkan satu pekerja luka-luka. kerugian ditaksir mencapai Rp 1 miliar lebih.

Warga sekitar gudanug juga berusaha untuk ikut memadamkan api. Mereka khawatir karena lokasi kebakaran berada dalam jarak dekat dengan pemukiman warga. Mereka berharap api yang berkobar bisa segera di kendalikan.

 

Surat wasiat yang ditemukan di lokasi kejadian. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Mengira Kena Corona, Bapak di Kudus Bunuh Anaknya dan Coba Bunuh Diri

Peristiwa yang cukup menggerkan adalah aksi seorang bapak di Kudus yang membunuh anaknya sendiri lalu mencoba bunuh diri. Penyebabnya, sang bapak mengirinya dirinya dan anaknya tersebut terpapar Covid-19.

Sang bapak diketahui berinisial EG (48) dan anaknya yang dibunuh berinisial IIM yang masih duduk di bangku SMP. Keduanya tinggal di Desa  Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (8/10/2020).

Tetangga korban Any Firgiyanti (42) mengatakan peristiwa itu diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu istri dan anak pertama baru pulang.

Mereka kaget saat mendapati kedua korban tergeletak dan bersimbah darah.

“Posisi EG waktu itu sudah tergeletak di depan kamar ada darah banyak. Ditemukan juga pisau yang tergeletak. Anaknya waktu itu posisi tergeletak di kursi dan lehernya terlilit sarung,” katanya

Korban melakukan percobaan bunuh diri dan mengajak anaknya, karena diduga depresi. Penyebabnya, mengira dirinya dan anaknya tertular corona.

“Anaknya kan sesak napas itu dikira covid juga oleh bapaknya. Informasi dari istrinya, EG itu menganggap tertular Covid -19 padahal tidak. Kepala Puskesmas Ngembal Kulon juga bilang tadi pagi EG minta di-swab, padahal sudah pernah di-swab dan hasilnya negatif,” jelasya.

Pelaku juga menuliskan surat berisi keinginannya agar dirinya dan anaknya dimakamkan dengan protokol Covid-19. Sang bapak berhasil diselamatkan nyawanya dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu di hadapan hukum.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana, Budi Erje, Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...