Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Liang Kubur Sering Tergenang, Relawan Pemakaman Jenazah Covid Kudus Terpaksa Pakai Gayung

MURIANEWS, Kudus – Relawan pemakaman jenazah Covid-19 Kabupaten Kudus yang tergabung dalam tim Cekathil Link kerap mengalami kendala setiap kali memakamkan jenazah. Ini terjadi lantaran liang kubur sering tergenang air hujan.

Penyebabnya karena saat ini masih musim hujan. Sementara mesin pompa yang dimiliki tim ini jumlahnya terbatas, sehingga mereka kerap memakai cara konvensional. Yakni dengan alat seadanya seperti gayung untuk menciduk air dari dalam liang lahat

Saat ini tim Cekathil Link hanya memiliki tiga mesin pompa air. Namun, jumlah tersebut belum bisa dikatakan cukup.

Sebab, dalam sehari rata-rata tim Cekathil Link bisa memakamkan lebih dari lima jenazah. Bahkan pada 14 Desember 2020 lalu, tim Cekathil Link memakamkan hingga 12 jenazah.

Koordinator Lapangan Tim Cekathil Link Budi Yuwono yang akrab disapa Mbah Bejo mengatakan, di musim hujan seperti ini pihaknya sering terkendala genangan air yang terdapat di liang lahat.

“Saat musim hujan rata-rata kendalanya ada di air. Mau tidak mau kami ciduki. Tanah lebih lengket dan berlumpur sehingga memengaruhi waktu dan tenaga,” katanya kepada MURIANEWS, Kamis (31/12/2020).

Dalam sekali memakamkan jenazah Covid-19, Mbah Bejo beserta tim menghabiskan waktu satu sampai dua jam. Hal itu bergantung kondisi di lapangan.

“Kalau daerah perkotaan masih mudah. Kalau daerah-daerah di Undaan biasanya agak lama karena sering ada genangan. Kan enggak mungkin juga jenazah langsung kami makamkan kalau ada airnya,” ujarnya.

Pihaknya saat ini membutuhkan pompa sedot air. Sebab, sejauh ini hanya beberapa daerah saja yang sudah memiliki mesin pompa air.

“Kami ada tapi hanya tiga. Dan tidak bisa langsung digunakan seketika. Karena proses pemakan dalam sehari itu lebih dari tiga. Harusnya tiap wilayah itu punya. Sejauh ini yang sudah punya itu Kuburan Kembar di Mlati, kuburan di Wates, kuburan di Undaan Kidul,” terang dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa tren angka pemakaman hingga saat ini masih tinggi. Pada Oktober 2020 lalu sempat turun dengan jumlah 70 pemakaman.

Lalu, pada November 2020 naik menjadi ada 80 pemakaman. Jumlah pemakaman naik kembali sampai pertengahan Desember sebanyak 109 pemakaman.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...