Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

KALEIDOSKOP 2020

Terviral di Muria: Jual Tanah Bonus Nikahi Janda Sampai Gadis Cantik Penjual Sayur

MURIANEWS, Kudus – Berbagai amcam peristiwa menjadi perbincangan netizen di wilayah eks-Karesidenan Pati selama tahun 2020. Peristiwa-peristiwa itu bahkan sempat menjadi isu nasional dan ramai bertengger di lini masa medsos.

Peristiwa-peristiwa yang viral itu mulai dari aksi menggelitik, hingga kisah sedih. Seperti janda cantik yang siap dinikahi orang yang membeli tanah milik saudaranya hingga seorang nenek meninggal setelah terlantar di rumah sakit.

 

Keluarga Mbah Lukita saat menunggui almarhum di ambulans yang diparkir di areal parkir RSUD Kartini. (MURIANEWS/Istimewa)

Nenek di Jepara Meninggal karena Terlantar di RSUD Kartini Jepara

Peristiwa meninggalnya seorang nenek bernama Lukita (70), warga Mambak, Pakis Aji, Jepara itu terjadi pada Senin (16/3/2020) lalu. Nenek renta ini, meninggal dunia di Areal Parkir RSUD Kartini Jepara karena diduga terlantar hingga dua jam saat hendak masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Menurut Abdul Rosyid, salah seorang Perangkat Desa Mambak, kejadian ini berawal saat Mbah Lukita diketahui memburuk kesehatannya. Dengan menggunakan mobil ambulans desa, akhirnya bersama keluarga, ia dibawa ke Puskesmas. Karena kondisinya memburuk, Puskesmas pun merujuk pasien ini ke RSUD Kartini Jepara.

Sekitar pukul 13.00 WIB, akhirnya mereka tiba di RSUD Kartini Jepara. Saat tiba di UGD RSUD Kartini, pihaknya sempat meminta kereta dorong ke salah satu petugas. Namun karea alasan sudah habis, petugas tidak memberikan fasilitas ini.

“Karena tidak ada kereta dorong, akhirnya pasien tetap berada di dalam mobil ambulans Desa Mambak yang diparkir di tempat parkir rumah sakit. Kondisinya semakin memburuk dan akhirnya meninggal saat menunggu antrean untuk ditangani,” ujar Abdul Rosyid, Selasa (17/3/2020).

Sebelumnya, pihak keluarga sudah menyampaikan perihal kondisi kesehatan pasien yang sudah semakin memburuk. Seorang petugas sempat mengecek, namun kemudian masuk kembali tanpa memberikan penjelasan apapun. Saat itu petugas hanya mendata memberikan antrean nomor 19 untuk pasien.

Sekitar dua jam menunggu di parkiran, tidak ada penanganan yang diberikan. Sampai akhirnya saat usai Azan Asar berkumandang, jiwa pasien tidak tertolong lagi. Pihak keluarga sempat marah atas kejadian ini, sebelum akhirnya membawa pulah jenazah ke rumah duka.

 

Dewi Rosalia Indah (26) janda yang viral di postingan jual tanah. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Beli Tanah di Kudus Bonus Nikahi Janda

Netizen di wilayah Kudus tengah ramai memperbincangkan soal postingan jual beli tanah. Pasalnya, dalam postingan itu disebutkan, pembeli yang beruntung bisa mempersunting adik si penjual tanah.

Dalam postingan tersebut juga ditampilkan foto seorang perempuan yang cantik jelita.

Lahan yang ditawarkan pemosting yakni tanah dengan luas 72 meter persegi di Perumahan Griya Taman Bahagia (GTB) yang berada di Desa Gondangmanis Kecamatan Bae, Kudus. Lahan itu ditawarkan dengan harga Rp 100 juta.

“Bagi pembeli apabila berjodoh bisa memperistri adik saya, kebetulan sedang mencari pendamping hidup yang serius,” tulis Aris dalam unggahannya di Grup Jual Beli Tanah dan Rumah Kudus.

Aris memastikan jika postingan tersebut bukan hoaks. Ia menyebut berasal dari Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus. Nama adik iparnya Dewi Rosalia Indah (26) dan tinggal di Perumahan GTB Desa Gondangmanis. Statusnya merupakan janda dua anak.

Adiknya itu diakuinya juga mempunyai salon bernama Alya yang berada di Jalan Menur, Kecamatan Kota, Kudus.

“Adik saya sudah punya rumah sendiri dan punya dua anak cowok semua. Satu usia empat tahun, yang satu lagi satu tahun. Adik saya cerai dua kali, yang pertama empat tahun lalu, yang kedua baru setengah tahun kemarin,” ungkapnya.

Dewi pun angkat suara soal viralnya postingan itu. Ia mengakui jika postingan tersebut sudah sesuai persetujuannya.

Menurutnya, niat awalnya memang jual tanah sekalian cari jodoh. Karena ia mengaku telah menjanda dari bulan Desember 2019 lalu, dan mencari pasangan yang serius melalui proses perkenalan dulu.

“Siapa tahu bisa dapat jodoh, saya juga single parent. Untuk kriterianya tidak saya lihat dari fisik, yang penting orangnya baik, bisa menerima saya apa adanya dan bisa menuntun saya ke kehidupan yang lebih baik. Karena saya sudah mempunyai dua anak,” katanya Rabu (22/7/2020) saat ditemui di salonnya.

 

Amin Suyitno ketika berfoto bersama sepedanya di Labuan Bajo NTT. (MURIANEWS/Istimewa)

Cyclist Asal Kudus Dilirik Kemenparekraf setelah Gowes ke Lombok

Nama Amin Suyitno sempat menjadi perbincangan di kalangan goweser di Kota Kretek. Pemuda 27 tahun yang kerap disapa Amin Gembel tersebut terkenal karena mengayuh sepedanya hingga Flores, Nusa Tenggara Timur hanya karena iseng.

Kini, Amin justru mendapat tawaran yang menggiurkan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Amin, mendapat tawaran untuk gowes berkeliling Indonesia secara gratis. Alias, biaya keseluruhannya ditanggung oleh pihak kementerian.

Namun, Amin harus mengajukan proposal perjalanannya tersebut kepada pihak kementerian. “Saya harus buat proposal terlebih dahulu, baru kemudian disetujui atau tidaknya,” kata Amin pada MURIANEWS, Senin (9/11/2020).

Amin Suyitno adalah seorang pemuda berusia 27 tahun yang beberapa waktu lalu sukses mengayuh sepedanya hingga Flores Nusa Tenggara Timur. Alasannya hanya iseng.

Ketika memutuskan untuk berpetualang menuju pulau di Indonesia bagian tengah tersebut, dia hanya berbekal empat stel baju dan sejumlah uang saku.

Tanpa persiapan, dia nekat mengayuh sepedanya. Persenjataannya sendiri cukup sederhana. Hanya tas ransel kecil yang dikaitkan di sepeda Pinarello f10 miliknya.

 

Eka Setia Erviana berkeliling desa menggunakan motor lengkap dengan bronjong sayur. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Remaja Cantik di Pati ini Viral karena Jualan Sayur

Seorang gadis remaja yang masih duduk di bangku sekolah bernama Eka Setia Erviana mendadak viral di media sosial. Gadis yang tinggal di Desa Dumpil RT 06 RW 01 Kecamatan Dukuhseti, Pati itu viral lantaran tak malu berkeliling jualan sayur.

Tiap pagi ia berkeliling desa menggunakan motor lengkap dengan bronjong untuk menjual sayur dagangannya. Sesekali ia menyalakan klakson sembari menawari warga yang duduk di teras rumah. Sebelum sayur dagangannya itu habis, pantang baginya untuk pulang.

Di tengah usianya yang baru 17 tahun, dia terpaksa harus menjual sayuran keliling. Ibunya, yakni Suprihatin saat ini tengah hamil tujuh bulan. Sehingga, dirinyalah yang menggantikan ibunya untuk berjualan.

“Saya merasa kasihan dengan ibu saya. Tengah malam harus kulakan sayur ke pasar, kadang-kadang kehujanan. Padahal usia kandungannya sudah tujuh bulan. Karena itu saya berinisiatif untuk menggantikan ibu berjualan,” ungkap gadis yang akrab disapa Via.

Via mengaku masih duduk dibangku kelas XI SMA 2 Tayu. Karena saat ini tengah banyak belajar daring lantaran pandemi Covid-19, dia pun lebih banyak di rumah. Sehingga, waktu yang tersisa bisa digunakan untuk membantu ibunya.

Dia bercerita, untuk kulakan sayuran di pasar, dirinya harus bangun pukul 01.00 dini hari. Setengah jam kemudian ia berangkat ke pasar membawa bronjong. Sampai di pasar, ia pun harus memilah sayur yang akan di jual beserta bumbu lainnya.

Pukul 04.00 WIB, dia harus sudah pulang untuk membongkar barang yang di belinya dari pasar itu. Di depan rumahnya, sudah tersedia meja panjang yang terbuat dari bambu. Di tempat itulah sayur beserta bumbu di tata.

“Jualan di depan rumah sampai jam 06.30 WIB. Kalau sudah tidak ada yang beli, barang saya masukkan lagi ke bronjong, lalu saya tawarkan secara keliling,” ungkapnya.

Dari dulu, Via selalu berkeinginan untuk membantu kedua orang tuanya. Apalagi, dia juga mempunyai adik yang masih duduk di bangku kelas III Sekolah Dasar. Bahkan setelah lulus sekolah, dirinya juga berpikiran untuk langsung bekerja.

 

Reporter: Budi Erje, Yuda Auliya Rahman, Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...