Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

KALEIDOSKOP 2020

Kasus Bencana Sepanjang 2020: dari Banjir Jakarta hingga Covid-19

MURIANEWS, Jakarta – Sederet bencana alam mengiringi Indonesia selama tahun 2020. Ibukota Jakarta yang sampai sekarang masih saja diterjang banjir, hingga munculnya pandemi virus corona.

Berikut sejumlah bencana sepanjang 2020 yang dirangkum dari berbagai sumber.

Warga mendorong motornya melintasi genangan banjir di Jalan DI Panjaitan, Cawang. (Foto: antaranews.com/Aprillio Akbar)

Ibukota Lagi-Lagi Diterjang Banjir

Perayaan pergantian tahun pada 31 Desember 2019 di ibukota Jakarta berlangsung dalam suasana hujan lebat.  Hujan turun tak kunjung berhenti selama berjam-jam pada malam pergantuan tahun. Meski demikian, warga saat itu tetap antuasias merayakan Tahun Baru 2020.

Dikutip dari Kompas.com, sejumlah pemukiman penduduk di Jakarta dan ruas jalan praktis terendam banjir dengan ketinggian setidaknya 30 cm hingga ratusan sentimeter. Ribuan warga pun harus mengungsi dikarenakan rumah mereka terendam banjir.

Warga yang tertahan di rumah masing-masing juga mengalami kendala seperti pemadaman listrik selama sekitar satu hari di 724 wilayah. Mereka juga krisis air bersih karena jaringan perpipaan milik PT Palyja dan Aetra sempat terputus. Tak hanya itu, ruang gerak warga juga terbatas karena lumpuhnya transportasi umum seperti KRL dan Transjakarta. Bahkan, penerbangan di bandara Halim Perdanakusuma juga terpaksa dibatalkan akibat landasan tergenang banjir.

(Foto: twitter.com)

Lima Gunung Api Mengalami Erupsi di 2020

Selain banjir di ibukota, selama tahun 2020 juga terjadi sedikitnya lima letusan gunung berapi.

  1. Gunung Semeru

Gunung tertingi di Pulau Jawa ini terpantau erupsi pada 3 Maret 2020 dan menyemburkan awan panas dari kawah utama dengan pergerakan mencapai 750 meter ke arah Besuk Kembar dan Besuk Bang. Selain itu, aktivitas vulkanik gunung yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini juga menimbulkan letusan sebanyak 49 kali dan mengeluarkan lava pijar sebanyak 14 kali di hari yang sama.

  1. Gunung Merapi

Salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, Gunung Merapi memang terus terpantau aktif sejak beberapa tahun yang lalu. Di tahun ini, Merapi tercatat beberapa kali erupsi. Misalnya pada 3 Maret 2020. Kolom abu terpantau setinggi 6.000 meter di atas puncak. Guguran awan panas juga terjadi dan meluncur ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimal hingga 2 kilometer. Erupsi kembali terjadi pada akhir pekan kedua Juni 2020. Ketika itu, video erupsi gunung Merapi banyak tersebar di media sosial. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, membenarkan pada 21 Juni 2020 terjadi dua kali erupsi  di pagi hari. Meski begitu, status Merapi masih ada di Level II atau Waspada, belum dinaikkan menjadi Level III atau Awas.

  1. Gunung Sinabung

Gunung api selanjutnya yang mengalami erupsi pada tahun 2020 adalah Gunung Sinabung yang terletak di Sumatera Utara. Tahun ini, Sinabung diketahui erupsi pada 13 Agustus 2020. Dalam sehari, PVMBG menyebut  gunung api ini mengalami 3 kali erupsi. Masing-masing erupsi menyebabkann terbentuknya kolom abu mulai ketinggian 1.000-2.000 meter dari puncak gunung. Sebelumnya, pada tanggal 10 Agustus 2020, gunung ini juga erupsi dengan memuntahkan abu vulkanik hingga ketinggian 5.000 meter di atas puncak. Hingga kini, status dari Gunung Sinabung masih ada di Level II atau Siaga.

  1. Gunung Anak Krakatau

Guung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda. Gunung ini diketahui erupsi pada 10 April 2020 malam hingga keesokan harinya. Pada 11 April 2020, erupsi tercatat sebanyak 8 kali sejak pukul 06.00-12.00 WIB. Lontaran debu material vulkanik terpantau mencapai 2.000 meter hingga menyebabkan turunnya hujan abu di sejumlah wilayah, salah satunya di Pulau Sebesi. Pada ledakan 10 April malam, sempat terdengan suara dentuman yang didengan warga Jakarta hingga Bogor ketika gunung ini meletus. Akan tetapi Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi dentuman itu bukan berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

  1. Gunung Ile Lewotolok

Gunung api yang ada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Gunung Ile Lewotolok. Gunung api ini mulai menampakkan aktivitas erupsi pada akhir bulan lalu, tepatnya di tanggal 27 November 2020. Tinggi kolom abu yang teramati mencapai 500 meter dari puncak, atau setinggi 1.923 di atas permukaan laut. Letusan ini mengakibatkan terjadinya hujan abu dan pasir di sejumlah desa yang terletak di sekitar gunung. Erupsi terus berlangsung hingga beberapa hari selanjutnya, warga pun terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman.

(Foto: Kemenkeu)

Covid-19 Mewabah, Ekonomi Nasional Terpuruk

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi pada 2020 berlangsung dramatis. Penyebabnya, tak lain akibat dampak pandemi corona virus disease 2019 (Covid-19).

Dikutip dari kontan.co.id, pada awal 2020 pemerintah padahal memprediksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 5,3% year on year (yoy) atau lebih tinggi daripada realisasi pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 5,02%. Namun, seiring berjalannya pandemi virus corona, ekonomi Indonesia diramal ambles minus 2,2% hingga minus 1,7%.

Kendati demikian, krisis yang bermuara dari isu kesehatan dialami oleh seluruh negara di dunia. Alhasil berbagai institusi global memprediksi ekonomi dunia berada di zona negatif pada 2020.

 

Penulis : Sundoyo Hardi
Editor : Sundoyo Hardi
Sumber : Kompas.com, Kontan.co.id

Comments
Loading...