Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

KALEIDOSKOP 2020

Heboh Pejabat Daerah di Jateng Langgar Prokes

MURIANEWS, Semarang – Protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi memang menjadi salah satu hal penting untuk memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19. Pemerintah bahkan sangat getol menyosialisasikan hal tersebut ke masyarakat.

Realita di lapangan masih banyak yang melanggar. Alasannya pun beragam. Mulai dari ketidaktahuan hingga kesengajaan dilanggar karena tak percaya dengan Covid-19.

Namun, bagaimana jika hal itu dilanggar kepala daerah? Dari data yang dihimpun MURIANEWS, di Jawa Tengah sendiri setidaknya ada empat kepala daerah yang kepergok melanggar prokes ini.

Aksi mereka pun sempat viral dan mendapat gunjingan dari masyarakat. Bahkan, ditegur langsung oleh Gubernur hingga Kapolri. Siapa saja mereka?

Konser dangdut yang digelar di Lapangan Kota Tegal, Rabu (24/9/2020) yang viral. (Foto: Antara/Oky Lukmansyah)

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Jadi Pesakitan Usai Gelar Khitanan Anak

Pentas dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo dalam rangka khitanan dan pernikahan anak di Lapangan Desa Tegal Selatan, Rabu (23/9/2020) lalu ternyata berbuntut panjang. Kader Partai Golkar bahkan harus berurusan dengan hukum dan menyandang status tersangka.

Itu terjadi lantaran dangdutan yang dimulai pukul 09.00 WIB-15.00 WIB dan dilanjutkan pentas dangdut pada pukul 20.00-01.00 WIB dini hari itu mendatangkan cukup banyak penonton hingga berdesakan. Parahnya, sebagian besar penonton tidak bermasker.

Padahal, pemerintah tengah bekerja keras untuk mengedukasi masyarakat supaya melakukan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19. Hal itu, praktis membuat berbagai kalangan geram.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolri Idham Aziz, hingga Menkopolhukam Mahfud MD kala itu bahkan sempat memberikan peringatan keras atas pelanggaran yang dilakukan Wasman.

Melihat hal itu, kepolisian pun bergerak cepat. Kapolsek Tegal Kompol Joeharno dicopot dan diperiksa Propam. Sedangkan, Wasman akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani beberapa kali sidang.

Oleh JPU, Wasmad dijerat dengan pasal berlapis. Pertama, ia didakwa dengan Pasal 93 Undang-undang (UU) Republik Indonesia No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan karena dianggap tidak mendukung dan mematuhi imbauan terhadap upaya pemerintah dalam pencegahan dan memutus mata rantai penularan Covid-19.

Kedua, Wasmad juga didakwa Pasal 216 ayat (1) KUHP karena dianggap tidak mengindahkan dan tidak memenuhi permintaan polisi dan memilih tetap melanjutkan orkes dangdut. Hingga saat ini proses sidang masih berlanjut.

Bupati Blora, Djoko Nugroho yang melepas masker saat menyumbang lagu dan berjoged di acara kondangan. (Tangkap Layar)

Bupati Blora Ditegur Gubernur Usai Nyanyi Tanpa Masker di Kondangan

Aksi Bupati Blora, Djoko Nugroho yang melepas masker saat menyumbang lagu dan berjoged di acara kondangan sempat membuat jagad maya geger. Pasalnya, aksi yang dilakukan Senin (12/10/2020) tersebut terekam dalam video dan diunggah di media sosial.

Kokok sapaan akrab Djoko Nugrohopun meminta maaf terkait aksinya tersebut. Ia pun menjelaskan, saat itu ia datang memenuhi undangan acara pernikahan di wilayah Kecamatan Randublatung, Senin (12/10/2020) sekitar 10.30 WIB.

Kokok yang mengenakan masker kemudian dipersilahkan untuk duduk. Saat duduk itu, ia melihat beberapa orang tak pakai masker. Ia pun minta ajudan untuk ambil masker dan dibagikan.

Tak berselang lama, saat sesi hiburan organ tunggal, Kokok kemudian diminta untuk menyanyikan sebuah lagu. Di saat itulah ia melepas masker untuk bernyanyi. Selesai nyanyi ia pun kembali mengenakan masker tersebut. Sayangnya, saat bernyanyi itulah video diambil dan tersebar di media sosial.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyayangkan aksi Bupati Blora Djoko Nugroho yang berjoget dangdut tanpa memakai masker di tengah pendemi Covid-19. Ia pun menilai aksi tersebut tidak selayaknya dilakukan kepala daerah yang seharusnya memberi contoh kepada masyarakat.

“Kita ini butuh contoh, butuh teladan, butuh narasi-narasi positif. Kalau para elite tidak berikan contoh ya rusak semua,” katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat nyanyi tanpa mengenakan masker. (Tangkap Layar)

Nyanyi Tanpa Masker, Wali Kota Semarang juga Ditegur Ganjar

Aksi nyanyi tanpa masker ternyata tak hanya dilakukan Bupati Blora Djoko Nugroho. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi juga viral di media sosial.

Hendi viral setelah tampil menyanyikan lagu tanpa menggunakan masker maupun menjaga jarak. Aksi Hendi bernyanyi diiringi grup musik atau band itu viral di media sosial setelah diunggah akun @FaisalBasari di media sosial Twitter, Sabtu (17/10/2020).

“Alhamdulillh Corona sudah hilang dr Kota Semarang.Terimakasih pak walikota @hendrarprihadi sdh menghibur kami semua dgn bernyanyi riang gembira,” tulis akun @FaisalBasari dalam unggahan videonya.

Sontak unggahan akun @FaisalBasari itu pun langsung menuai respons beragam dari warganet. Banyak yang menyesalkan aksi Hendi itu, terlebih karena Kota Semarang belum sepenuhnya bebas dari pandemi Covid-19.

Beberapa netizen bahkan meminta Satpol PP Kota Semarang maupun Satpol PP Jateng untuk turun tangan memberi sanksi push up kepada calon petahana wali kota Semarang itu.

“Hallo @PDI_Perjuangan ini tolong kader nya di marahin, katanya @PDI_Perjuangan peduli dan kan menindak tegas kadernya yg melanggar protokol kesehatan saat kampanye… Hallo@satpolpp_smg @satpolpp_jateng ini ga mau disuruh push up gitu seperti masyarakat lainnya?” tulis akun @Maanusia_bodoh.

Melihat hal itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku langsung menegur Hendi. “Sudah, sudah saya kontak pak wali kotanya [Hendi]. Dia minta maaf dan bilang sebenarnya itu cuma sebentar. Saya katakan ya enggak, karena mestinya diingatkan juga,” kata Ganjar, Senin (19/10/2020).

Ganjar pun mengingatkan kembali kepada kepala daerah agar disiplin menerapkan protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Selain Hendrar Prihadi yang viral, baru-baru ini publik juga dihebohkan dengan aksi Bupati Blora, Djoko Nugroho, yang bernyanyi dan berjoget pada acara hajatan tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

“Sama lah dengan Blora juga gitu. Mari kita kasih contoh yang baik. Tapi pak Wali saya kontak, dia bilang iya mas saya minta maaf, sebenarnya cuma sebentar dan hanya pendek. Iya, tapi karena tidak pakai [masker] dan ada yang merekam, ya jangan kasih contoh yang buruk,” tegasnya.

Tangkapan layar cuitan Ganjar Pranowo. (MURIANEWS)

Anggota DPRD Grobogan Disentil Ganjar saat Menghadiri Peresmian Pabrik Kayu

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyentil pejabat publik yang hadir dalam peresmian pabrik suling kayu putih Koperasi Kendeng Rimba Raya IPHS Kabupaten Grobogan. Sejumlah pejabat yang hadir itu diketahui tak bermasker.

Dua di antaranya ternyata merupakan anggota DPRD Grobogan, yakni Setiawan Djoko Purwanto dan Lusia Indah Artani. Keduanya menghadiri acara peresmian pabrik yang dilangsungkan di Desa Genengadal, Kecamatan Toroh, Senin (24/8/2020).

Teguran ini dilakukan melalui cuitan di Twitter milik Ganjar. Ia menananggapi unggahan foto akun Dinas Lingkungan dan Kehutanan Provinsi Jateng terkait peresmian pabrik itu.

Dalam foto itu terlihat ada tiga orang yang berdiri di barisan paling depan tak memakai masker. Dalam foto diberi caption:

Peresmian pabrik suling kayu putih Koperasi Kendeng Rimba Raya IPHS Kabupaten Grobogan oleh Plt. Kepala Dinas @dlhkprovjateng, Ketua Komisi B DPRD Kab. Grobogan dan ADM KPH Gundih @Heruxjogo”.

Foto itu dunggah pada Senin (24/8/2020) malam. Ganjar pun langsung menyentil tindakan tak bermasker ini di Twitternya. Ia menuliskan “Itu kok gak pakai masker?. Anggota DPRD juga harus pakai masker,” tulis Ganjar dalam dua kali cuitan.

Ganjar mengaku tidak tahu secara pasti siapa saja mereka. Namun ia menduga mereka adalah pejabat publik.

“Tidak tahu siapa dia (orang-orang dalam foto). Tapi kalau tidak salah ada eksekutif, legislatif, ada perangkat desa gitu kalau nggak salah di situ. Kok postingan di dinas itu, lho kok nggak pakai masker?” kata Ganjar.

Ganjar pun menyayangkan hal ini. Ganjar menjelaskan saat ini seringkali masih ditemukan ketidaktertiban terkait protokol kesehatan, baik pemakaian masker maupun jaga jarak.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...