Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

KALEIDOSKOP 2020

Kasus Kriminal Terheboh di Jateng Sepanjang 2020

MURIANEWS, Semarang – Kasus kriminalitas di Jateng di sepanjang tahun 2020 memang terbilang cukup tinggi. Kasusnya pun beragam. Mulai dari kasus pencurian hingga pembunuhan sadis yang menyedot perhatian warga.

Berdasarkan catatan MURIANEWS, setidaknya ada tiga kasus kriminal yang membuat publik geram. Kasus ini salah satunya menimpa pemuka agama hingga kasus pembunuhan sadis. Apa saja itu?

Berikut kaleidoskop kasus kriminal terheboh di Jateng.

Polisi berjaga di gang masuk lokasi kejadian keributan antarwarga di Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (9/8/202). (Solopos/Nicolous Irawan)

Rumah Keluarga Habib Asegaf Digeruduk Massa Intoleran saat Midodareni

Keluarga Umar Asegaf digeruduk massa intoleran yang mengatasnamakan Pok Laskar saat menggelar acara midodareni (doa sebelum acara pernikahan anaknya) di rumah Alm Segaf Bin Jufri, Sabtu (8/8/2020). Aksi yang terjadi di Jalan Cempaka Nomor 81 Kampung Mertodranan RT 01 RW 01 Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta itu membuat warga sekitar ketakutan dan tak berani keluar rumah.

Bahkan, tiga orang luka dalam kejadian ini. Mereka adalah Habib Umar Assegaf (54) (rawat jalan), Habib Hadi Umar (15) dan Habib Husin Abdullah (57).

Aksi yang berbuntut kerusuhan itu terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Sekitar 100 orang dengan menggunakan tutup kepala mempertanyakan kegiatan yang ada di dalam rumah. Mereka juga berteriak “Allahuakbar, Bubar, Kafir, dan ada yang mengatakan bahwa Syiah bukan Islam, Syiah musuh Islam, darah kalian halal”.

Sekitar pukul 17.45 WIB, kelompok laskar yang berada di depan gang masuk rumah Alm Assegaf Bin Jufri bertambah semakin banyak. Tidak lama kemudian aparat dari Polresta Surakarta tiba di TKP.

Kapolresta Solo yang kala itu masih dijabat Kombes Pol Andy Rifai didampingi Kompol Phunky Mahendra (Kasat intel Polresta Surakarta), Kompol I Ketut Sukarda (Kabag Ops Polresta Surakarta), dan AKP Adis Dani Harta (Kapolsek Pasar Kliwon) yang datang meminta waktu kepada Pok Laskar untuk melakukan negoisasi.

Setelah 15 menit negoisasi berjalan kelompok laskar berteriak-teriak bahwa negoisasi kelamaan, sehingga aparat meminta tambahan waktu 15 menit untuk melakukan negoisasi ulang.

Hanya, dalam negoisasi tersebut, pihak keluarga tidak mau membubarkan diri sebelum Pok Laskar yang ada di luar rumah membubarkan diri. Selanjutnya Kapolresta Surakarta kembali melakukan negoisasi, namun hal tersebut tidak diindahkan dari kedua belah pihak, dan kelompok laskar juga bersikukuh untuk bertahan.

Selang berjalannya waktu ada sebagian keluarga sekitar tiga orang dengan mengendarai mobil dan sepeda motor akan keluar rumah tiba-tiba dari kelompok laskar langsung memukul dengan tangan kosong dan sebagian melempari dengan menggunakan batu.

Karena jumlah yang tidak seimbang dengan petugas maka keluarga tersebut mengalami luka-luka (identifikasi awal mengalami luka pada, kaki, tangan dan kepala). Sehingga petugas melakukan pencegahan dan akhirnya kelompok laskar dapat dikendalikan. Kemudian para korban di bawa ke RS Kustati Solo untuk penanganan lebih lanjut.

Sekitar Pukul 18.45 WIB saat kumandang azan Isya tiba, Pok Laskar membubarkan diri untuk melakukan Salat Isya.

Kasus tersebut langsung ditangani Polda Jateng. Sebanyak 12 orang dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Selain itu masih ada empat orang yang menjadi DPO.

Lokasi penemuan mayat ABG di dalam kamar hotel di Kabupaten Semarang, Senin (16/11/202). (Detik.com)

Pelajar SMA Tewas Dibunuh Playboy Kampung usai Check In Hotel

Warga Bandungan, Semarang digegerkan dengan temuan mayat siswi SMA di dalam kamar Hotel Frieda, Minggu (15/11/2020). Saat ditemukan, korban yang diketahui masih 17 tahun asal Demak masih mengenakan seragam pramuka.

Dalam penyelidikan, korban ternyata dibunuh teman kencannya Dicky. Playboy kampung itu pun ditangkap dalam pelariannya di Surabaya. Saat ditangkap, pelaku juga membawa paksa remaja perempuan dibawah ancaman akan dibunuh jika menolak.

Dari informasi yang dihimpun, awal mula kasus ini berawal saat petugas hotel memeriksa kendaraan tamu yang terparkir pada Sabtu (14/11/2020). Dalam pengecekan itu petugas mendapati jumlah sepeda motor yang kurang satu sesuai jumlah kamar yang disewa.

Petugas hotel kemudian mendatangi kamar yang penghubinya tidak merespons telepon pada Minggu (15/11/2020). Si petugas hotel kemudian menghubungi polisi. Saat jendela kamar hotel dibuka, ternyata korban diketahui sudah meninggal.

Di dalam kamar itu ditemukan beberapa barang yang diduga milik korban, yakni buku pelajaran, masker, sejumlah uang dan sweater berwarna hitam

Setelah dicek buku tamu, sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar hotel Semarang, DF diketahui sempat check in bersama seorang pria. Tapi saat ditemukan meninggal dunia, posisinya sendirian.

Selain itu, saat check in, KTP korban diberikan kepada resepsionis. Hal itu membuat pihak hotel tidak mengetahui identitas lelaki yang bersama korban.

Dari pengecekan petugas, korban diduga korban pembunuhan karena ada beberapa tanda-tanda kekerasan. Korban juga dalam keadaan terlentang serta ada bekas bekapan dengan tekanan di daerah muka.

Petugas yang bergerak cepat akhirnya langsung berhasil mengantongi identitas pelaku. Kurang dari 24 jam, pelaku yang diketahui bernama Dicky ditangkap di Surabaya.

Ia mengaku nekat membunuh korban karena sering dihina lantaran pekerjaannya sebagai penjual cimol keliling. Atas perbuatannya, pelaku terancam 15 tahun penjara.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus penembakan mobil bos Duniatex Group di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)

Mobil Bos Duniatex Diberondong Ipar Sendiri

Mobil Toyota Alphard berpelat nomor AD 8945 JP di Jl Monginsidi, Banjarsari, Solo, yang dikendarai pengusaha Delta Merlin Dunia Textile atau Duniatex berinisial I, (72) diberondong tembakan oleh adik iparnya sendiri berinisial LJ, (72). Penembakan tersebut terjadi di Jl Monginsidi, Banjarsari, Solo, Rabu (2/12/2020).

Pengusaha asal Jebres, Solo, itu ditangkap di pool salah satu perusahaan otobus (PO) di Palur, Karanganyar tanpa perlawanan dalam kurum waktu kurang dari dua jam. LJ saat itu sudah mengantongi tiket bus jurusan Bekasi.

Dalam penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti pistol jenis Walter dengan peluru kaliber 22 mm, tiga magasin, dan 62 peluru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, peristiwa penembakan itu terjadi saat korban hendak keluar rumah di wilayah Jebres, Solo, untuk makan siang. Di tengah perjalanan, mobil korban yang dikemudikan oleh sopir dihentikan oleh pelaku penembakan di Jl Monginsidi, Banjarsari, Solo, itu. Pelaku bersama istrinya kemudian ikut dalam mobil korban.

Mereka menuju ke wilayah Jl Monginsidi karena pelaku mengajak korban ke rumah sarang burung walet miliknya. Sesampainya di rumah sarang burung walet itu, pelaku turun dan meminta korban juga turun dari mobil.

Namun, korban menolak permintaan pelaku. Saat itulah, sopir mobil melihat gelagat tidak baik dari pelaku penembakan di Jl Monginsidi, Solo, itu. Sopir tersebut melihat pelaku membawa senjata api yang disembunyikan di balik celana bagian depan.

Sang sopir pun langsung memutar balik mobil dan melaju. Hal itu membuat marah tersangka yang kemudian berteriak menghentikan mobil. Tersangka kemudian menembaki mobil hingga delapan kali yang mengenai bodi sebelah kiri.

Korban dan sopir, juga istri pelaku penembakan yang masih berada dalam mobil terus melaju sampai ke Mako Den C Brimob Banjarsari, Solo. Korban mengamankan diri di lokasi itu.

Atas tindakan tersebut, pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara. Tersangka dijerat Pasal 340 KUHP jo Pasal 53 KUHP tentang Percobaan Pembunuhan dan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat RI No 12/1951 tentang kepemilikan senjata api.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...