Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

KALEIDOSKOP 2020

Galian C Pembawa Maut di Wilayah Muria

MURIANEWS, Kudus – Selama tahun 2020, terjadi sejumlah insiden yang merenggut nyawa di lokasi galian C. Korban ada yang tenggelam di kubangan galian hingga tertimbun material galian C yang longsor.

Peristiwa ini di Kabupaten Kudus, Grobogan hingga Kabupaten Pati. Catatan MURIANEWS setidaknya ada empat peristiwa menggerkan yang terjadi di seputar galian C di kawasan eks-Karesidenan Pati. Berikut uraianya:

 

Jenazah salah siswa tenggelam dibawa pulang usai diperiksa di RSI Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

Galian C di Kudus Tewaskan Empat Pelajar SMP

Peristiwa ini terjadi bekas galian C Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu (22/1/2020) sore lalu. Saat itu, enam bocah yang masih duduk di bangka SMP tengah asyik bermain di lubang bekas galian C tersebut usai pulang sekolah.

Empat di antaranya langsung menceburkan diri berenang di lubang yang penuh berisi air. Namun nahas, saat itu, anak-anak yang berenang tenggelam dan tak lagi muncul ke permukaan.

Dua anak lainnya langsung lari minta pertolongan warga. Empat pelajar tersebut yakni David Raditya (13), M Faruq Ilham (13), M Jihar Gifri (13), dan Habib Roihan (13). Semuanya merupakan warga Desa Klumpit.

Camat Gebog Bambang Gunadi menjelaskan, jika galian C tersebut sebenarnya telah ditutup. Kesepakatan bersama juga telah dilakukan antara pemilik galian dan alat berat bersama pihak keamanan dan warga.

“Sebenarnya sudah dilarang dan sudah ditutup, kami belum mendapat laporan dari warga jika masih ada aktivitas penambangan,” katanya.

Kasus ini akhirnya bikin geger. Pejabat dari kepolisian hingga kepala daerah memberi perhatian penuh. Dalam prosesnya, dua pengusaha galian C dijatuhi vonis sau tahun penjara.

 

Warga mengevakuasi para santri yang tenggelam di kolam galian C. (MURIANEWS/Istimewa)

Lima Santri dan Kiai di Sobotuwo Grobogan Tenggelam di Galian C

Di Kabupaten Grobogan enam orang tewas setelah tenggelam di kolam bekas galian C yang berada di Dusun Sobotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Grobogan sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (9/3/2020). Enam orang korban ini terdiri dari lima santri dan satu kiai.

Berdasarkan keterangan di lokasi, sebelum kejadian, sejumlah santriwati Ponpes Al-Lathifiyyah Dusun Sobotuwo itu sedang melangsungkan kerja bakti di lingkungan gedung madrasah baru.

Usai kerja bakti, para santriwati bermaksud untuk cuci tangan dan kaki di kolam bekas galian C. Lokasi kolam ini berada sekitar 20 meter di seberang gedung madrasah baru, tempat dilaksanakannya kerja bakti.

Para santriwati berjalan kaki menuju ke lokasi kolam. Sekitar lima orang di antaranya berjalan sambil bergandengan tangan.

Ketika sampai di pinggiran, salah satu satriwati terpeleset dan tercebur kolam yang berisi air dengan kedalaman sekitar dua meter itu.

Kejadian ini menyebabkan empat satriwati lainnya yang tadinya bergandengan tangan ikut tercebur kolam dan akhirnya tenggelam karena tidak bisa berenang.

Melihat kejadian ini, beberapa teman korban ada yang berinisiatif menolong sambil berteriak minta tolong.

Tidak lama kemudian, Pengasuh Ponpes KH Wahyudi datang ke lokasi untuk menolong. Namun nahas, Pak Kiai justru ikut tenggelam, dan nyawanya tak terselamatkan.

Puluhan warga sekitar yang datang ke lokasi kejadian hanya bisa menyelamatkan dua orang santriwati. Sementara lima santriwati lainnya serta pengasuh ponpes baru bisa ditemukan beberapa saat berikutnya dalam kondisi meninggal dunia.

Identitas santriwati yang menjadi korban adalah Shofa Lu’lu’ul Maknun (17), warga Desa Temon, Kecamatan Brati. Kemudian, Susi Susanti (18), warga Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan; Nazila (13), warga Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo.

Nama korban berikutnya adalah Lina (17), warga Desa Katekan, Kecamatan Brati, dan Istiroqin (13), warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi.

 

Alat berat dikerahkan untuk melakukan evakuasi tiga korban yang tertimbun bongkahan batu di lokasi galian C. (MURIANEWS/Dani Agus)

Tiga Penambang Galian C di Grobogan Tertimbun Bongkahan Batu Besar

Peristiwa yang merenggut nyawa juga kembali terjadi di lokasi galian di Kabupaten Grobogan. Rabu (19/8/2020) lalu, tiga pekerja tewas tertimbun bongkahan batu di galian C  Dusun Pasiraman,  Desa Katekan,  Kecamatan Brati, Grobogan.

Kapolsek Brati Iptu Zaenal mengatakan, peristiwa longsor itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.  Saat itu ada lima penambang yang sedang menaikkan bongkahan batu ke atas truk engkel.

Tidak lama berselang, mendadak tebing di atasnya longsor. Akibat kejadian ini, kendaraan truk dan tiga penambang tertimbun batu berukuran sangat besar. Sedangkan dua penambang lainnya berhasil selamat.

Dijelaskan, ketiga penambang yang tertimbun batu semuanya warga Desa Katekan. Yakni,  Julianto,  Suwadi,  dan Ritwan. Sedangkan korban selamat adalah Komari dan Rasimin.

Proses evakuasi membutuhkan waktu beberapa jam dan harus mengerahkan alat berat.

”Dari keterangan beberapa warga yang selamat, korban yang tertimbun longsor hanya tiga orang itu tadi. Ketiga korban adalah warga desa sini,” kata Kapolsek Brati Iptu Zainal.

 

Sejumlah warga melihat evakuasi korban longsor di galian c. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Sopir Truk Tertimbun Galian C di Pati

Di Kabupaten Pati longsor maut di galian C juga terjadi. Tepatnya di Dukuh Sono, Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, Kamis (24/12/2020) lalu. Akibatnya, seorang tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dan seorang lagi mengalami luka ringan.

Korban yang meninggal adalah Moh Nur Kholis (49) warga Desa Wonorejo, Demak. Korban juga merupakan sopir truk yang mengisi muatannya di lokasi tambang tersebut.

Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafaat mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 15.00 WIB. Pada saat itu dump truk milik Fauzan (41) yang merupakan warga Grobogan, tengah berada di atas truk miliknya. Dia memantau proses pengisian batu padas yang menggunakan ekskavator.

“Pada saat itu korban juga berada di atas dump truk untuk memantau muatan,” ungkapnya, Kamis (24/12/2020).

Beberapa saat kemudian, terdengar suara reruntuhan batu dari atas tambang galian C tersebut. Fauzan kemudian loncat dari truk untuk menyelamatkan diri.

Namun, korban pada saat itu sudah tidak kelihatan. Setelah melihat hasil reruntuhan, rupanya korban sudah tertimbun bebatuan bekas longsor tersebut.

“Karena tertimbun bebatuan, korban meninggal di tempat,” imbuhnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana, Dani Agus, Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...