Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jumlah Angka Kematian Covid-19 Jepara Tinggi, Tim Pemakaman Kewalahan

MURIANEWS, Jepara – Meningkatnya angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jepara juga diikuti naiknya angka kematian. Dalam sebulan terakhir, selama Desember 2020, jumlah kematian yang terjadi bahkan sudah lebih dari 80 orang.

Situasi ini membuat Tim Pemakaman Satgas Penanganan Covid-19 Jepara yang dikelola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara kewalahan. Aplagi tim pemakaman korban Covid-19 Jepara hanya 136 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 23 anggota BPBD Jepara dan sisasnya merupakan relawan dari berbagai unsur yang ada di masyarakat.

Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Kusmiyanto mengatakan, dalam setiap proses pemakaman korban Covid-19 dibutuhkan 15 personel. Mereka bertugas mulai dari mengeluarkan jenazah dari dalam ambulans dan dibawa menuju liang lahat, kemudian mengubur hingga mendoakan jenazah.

Dalam setiap kegiatan pemakaman ada lima orang yang berasal dari BPBD Jepara. Sisanya merupakan relawan dari berbagai unsur. Meski ada banyak relawan yang terdaftar, namun tidak setiap saat relawan bisa memberikan tenaganya dalam proses pemakaman yang harus dilakukan.

Para relawan tentu saja tidak bisa dipaksa, karena memang statusnya relawan. Akibatnya, hanya anggota BPBD Jepara yang bisa sepenuhnya diandalkan.

“Kami tidak bisa memaksa karena mereka ini relawan. Sementara jumlah personel kami terbatas. Jadi memang pada saat angka kematian tinggi seperti sekarang ini, kami harus bekerja ekstra keras,” ujar Kusmiyanto, Selasa (29/12/2020).

Anggota petugas anggota BPBD Jepara ada sebanyak 29 orang, secara keseluruhan. Mereka dibagi tugas di Pusat Data dan Laporan (Pusdalop), Posko Kebencanaan, dan urusan admistrasi. Karena kebutuhan tenaga tersedot ke masalah pemakaman, saat ini untuk Posko Kebencanaan di kecamatan sampai-sampai tidak bisa terisi karena keterbatasan personel.

“Anggota BPBD Jepara bisa dimaksimalakn untuk pemakaman, jika kejadiannya berlangsung pada malam hari atau di hari libur. Di luar itu, maka kami sering kewalahan. Akhir-akhir ini dalam sehari saja bisa ada 3-4 kali pemakaman,” tambah Kusmiyanto.

Sementara itu salah satu anggota Tim Pemakaman Covid-19 Jepara, M Zainuddin, menyatakan dalam beberapa pekan terakhir pihaknya memang merasa kewalahan. Sebab sehari ada sedikitnya 3-4 pemakaman yang harus dilaksanakan.

Sesuai ketentuan empat jam setelah korban meninggal, jenazah harus sudah dimakamkan. Sehingga anggota Tim Pemakaman terkadang harus melakukan tugas dalam waktu yang berkejaran.

“Dalam praktiknya bisa lebih kompleks. Terutama jika ada pihak keluarga yang menolak dimakamkan dengan protokol covid. Biasanya harus menunggu, untuk dilakukan pendekatan dan edukasi lebih dulu. Sebenarnya tidak masalah honor sih. Tapi, memang  risiko tertularnya tinggi. Akhir-akhir ini kami benar-benar kewalahan. Apalagi jika pada saat bersamaan ada bencana yang juga harus ditangani,” ujar M Zainuddin.

Sedangkan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Jepara, Muh Ali menegaskan, soal pemakaman korban meninggal Covid-19 memang menjadi tanggung jawab BPBD. Proses pemakaman dengan prosedur penanganan Covid, tidak mungkin diserahkan kepada masyarakat setempat.

“Memang menjadi tanggung jawab BPBD, kami kira ya. Sebab jika diserahkan ke masyarakat, protokol pemakamannya dikuatirkan tidak bisa dijamin pelaksanaannya,” ujar Moh Ali, terpisah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...