Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Positif Covid-19, Dokter di Jepara Malah Gelar Pesta Pernikahan

MURIANEWS, Jepara – Seorang dokter muda di Jepara dikabarkan menggelar pesta pernikahan di sebuah hotel mewah. Meski dilakukan dengan protokol kesehatan secara ketat, kejadian ini menimbulkan kasak-kusuk di tengah masyarakat. Pasalnya, sang dokter yang menjadi mempelai wanita diketahui tengah berstatus positif Covid-19.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jepara, Moh Ali membenarkan kabar tersebut. Pihaknya pun menyatakan prihatin atas keteledoran tersebut. Saat ini, pihak-pihak yang terkait terutama dokter yang bersangkutan juga sudah dimintai keterangan.

”Pesta pernikahan tersebut sebenarnya sudah direncanakan dengan detail, terutama terkait dengan aturan protokol kesehatan. Resepsi perkawinan dilaksanakan di sebuah hotel mewah di Sekuro, Mlonggo, Jepara,” katanya, Selasa (29/12/2020).

Ia menjelaskan, dokter muda yang bertugas di Puskesmas Kembang, Jepara, ini menggelar pesta perkawinan pada Sabtu (26/12/2020). Pada saat bersamaan, yang bersangkutan juga sudah di-swab, lantaran masuk daftar tracing menyusul adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi pada salah satu Nakes di Puskesmas Kembang.

”Karena ada satu Nakes yang terkonfirmasi, maka pada Kamis (24/12/2020) kami melakukan swab terhadap 50 orang termasuk dokter muda ini. Hasil pemeriksaan keluar pada Sabtu (26/12/2020) malam, setelah yang bersangkutan menggelar pesta pernikahan. Dari hasil tes, ada tiga orang yang terkonfirmasi positif covid, termasuk dokter muda ini,” ujarnya.

Terkait hal ini, Moh Ali yang juga merupakan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara menyatakan sudah meminta keterangan dari Kepala Puskesmas Kembang. Dari keterangan yang ada, pada Jumat (25/12/2020) yang bersangkutan dikatakan sudah mengetahui tentang status dirinya yang tekonfirmasi positif Covid-19.

”Namun karena belum disampaikan secara resmi oleh Satgas Penanganan Covid, yang bersangkutan tidak percaya. Selain itu, karena persiapan pesta pernikahan sudah dilakukan, akhirnya yang bersangkutan tetap melaksanakan pesta,” ungkapnya.

Dari kasus ini Satgas Penanganan Covid-19 Jepara langsung melakukan tracing untuk mendata kontak erat yang terlibat. Mereka yang masuk dalam daftar akan dilakukan swab. Termasuk orang-orang yang terlibat dalam proses pesta pernikahan, di antaranya tukang rias pengantinya.

”Sedangkan untuk kemungkinan pemberian sanksi, tentu mungkin tetap ada. Soal ini masih akan dibahas oleh DKK Jepara. Apalagi, dokter ini ASN. Soal bentuknya apa dan bagaimana, akan ada pembahasan,” jelasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...