Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Corona Meningkat, Hajatan dan Pentas Seni di Grobogan Sementara Dihentikan

MURIANEWS, Grobogan – Kegiatan masyarakat di Grobogan yang berpotensi melibatkan banyak orang untuk sementara tidak boleh dilakukan. Seperti, even hajatan pernikahan, pentas seni dan pengajian.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bupati Grobogan Nomor 443.1/7677/2020 tertanggal 28 Desember 2020. Surat yang ditujukan pada para camat itu berisi tentang penghentian sementara even hajatan pernikahan, pentas seni dan pengajian.

Dalam surat itu disebutkan, kebijakan tersebut dilakukan mencermati perkembangan terakhir kasus positif Covid-19 di wilayah Grobogan yang menunjukkan adanya lonjakan tajam.

Sehingga dengan kondisi ini membutuhkan perhatian dan kewaspadaan yang sangat serius dari seluruh jajaran birokrasi dan seluruh lapisan masyarakat.

Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono saat dikonfirmasi membenarkan adanya surat edaran Bupati Grobogan tersebut.

“Betul, mas. Ada surat edaran terbaru dari Bupati Grobogan terkait penghentian sementara kegiatan atau even hajatan pernikahan, pentas seni dan pengajian,” katanya.

Sumarsono menjelaskan, hingga hari ini, secara komulatif sudah ada 1.383 kasus positif corona di Grobogan. Rinciannya, pasien ada 1.081 orang, dan pasien meninggal 117 orang.

Sementara jumlah pasien yang masih dirawat maupun menjalani isolasi mandiri ada 185 orang.

Khusus untuk bulan Desember ini, sudah muncul 613 kasus baru positif corona yang tersebar merata di 19 kecamatan. Penambahan paling banyak ada di Kecamatan Purwodadi dengan 125 kasus baru.

Sedangkan penambahan paling sedikit sebanyak tujuh kasus baru yang ada di Kecamatan Karangrayung.

“Untuk bulan Desember ini ada lonjakan kasus positif yang cukup banyak dan hal ini perlu kita waspadai bersama. Terkait kondisi tersebut, maka kita lakukan kebijakan untuk menghentikan sementara kegiatan yang bisa mendatangkan banyak orang,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk acara ijab kabul masih diperbolehkan. Namun, mereka yang hadir dalam acara ini jumlahnya terbatas.

“Jadi, pembatasan ini sudah pernah dilakukan saat awal adanya pandemi Covid-19. Dengan pembatasan ini kita harapkan bisa menekan penambahan kasus positif Covid-19,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...