Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

JPE UMKM di Kudus Hari Ini Dicairkan ke 600 Penerima

MURIANEWS, Kudus – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan Jaring Pengamanan Ekonomi (JPE) kepada 600 pelaku UMKM di Kudus, Senin (28/12/2020). Pekan sebelumnya sudah ada seribuan pelaku UMKM yang sudah mendapat kucuran bantuan ini.

Bantuan JPE yang disalurkan itu diberikan kepada pelaku UMKM di Kudus yang terdampak pandemi Covid-19. Untuk tiap pelaku UMKM mendapatkan Rp 2,4 juta.

Anggaran dana bantuan JPE itu didapat dari alokasi dana tak terduga APBD 2020 senilai Rp 7 miliar.

Dari pengamatan MURIANEWS di lapangan, calon penerima antre untuk mendapatkan giliran mendapatkan bantuan tersebut di Kantor Dinas Tenaga Kerja.

Kasi Pengembangan SDM dan Teknologi UKM Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi UKM Kabupaten Kudus Bakti Tataryo mengatakan, pihaknya menyalurkan JPE sebagai penguatan modal usaha UMKM terdampak pandemi.

“Hari ini hari terakhir ada 600 orang. Total keseluruhan ada 1.600 pelaku UMKM yang mendapatkan bantuan JPE. Pencairannya memang kami bagikan sejak Selasa 22 Desember 400 orang, Rabu 23 Desember 600 orang, dan hari ini 600 orang,” katanya, Senin (28/12/2020).

Menurutnya hari ini merupakan hari terakhir. Namun, pihaknya masih memberikan toleransi bagi yang tidak datang hari ini diberi kelonggaran untuk datang besok pagi.

“Kalau tidak datang lagi ya sudah anggaran JPE ini kami kembalikan lagi ke kas daerah,” sambungnya.

Lebih lanjut, pihaknya sebenarnya juga telah memberikan kelonggaran bagi penerima JPE pada Selasa dan Rabu kemarin.

“Sebelumya kami juga sudah memberikan kelonggaran bagi penerima hari Selasa dan Rabu lalu untuk kami beri kesempatan datang lagi pada Sabtu 26 Desember kemarin,” ujar dia.

Dia menambahkan, pencairan per harinya juga dibagi menjadi empat sesi agar tidak terlalu berkerumun. Yakni 150 orang per sesi.

Bagi pelaku UMKM yang melakukan proses pencairan diwajibkan membawa foto copy KTP, membawa KTP asli, dan membawa surat pernyataan bahwa yang bersangkutan belum menerima bantuan dari manapun.

“Meski penyaluran agak mepet dan terlambat, harapan kami JPE bisa membantu teman-teman UKM untuk kembali mengembangkan usaha yang terpuruk agar bangkit kembali,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga asal Desa Hadiwarno yang sedang mengantre bantuan JPE, Kastamin mengaku terbantu dengan adanya bantuan JPE.

“Bagus sekali dengan adanya bantuan ini bisa membantu rakyat,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjual bensin dan cuci motor itu.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...