Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Lima Hari, 372 Orang di Jepara Terpapar Covid-19, 18 Meninggal

MURIANEWS, Jepara – Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jepara semakin menjadi jadi. Dalam beberapa pekan terakhir jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat tajam. Bahkan dalam lima hari terakhir ada 372 kasus baru yang terjadi.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara sejak 20 Desember 2020 hingga 25 Desember malam terus mencatat munculnya kasus baru. Berturut-turut ada 60 kasus baru pada 20 Desember 2020. Kemudian 50 kasus (21/12/2020), 79 kasus (22/12/2020), 60 kasus (23/12/2020), 53 kasus (24/12/2020) dan 17 kasus (25/12/2020).

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara, Moh Ali menyatakan, secara keseluruhan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 4.061. Dari jumlah tersebut sebanyak 3.893 kasus di antaranya melibatkan warga Jepara. Sedangkan sisanya merupakan warga luar Jepara.

“Iya kalau secara keseluruhan jumlah kasus yang terjadi sudah menembus angka 4.000 saat ini. Pada Jumat (25/12/2020) malam tambahan kasusnya hanya 17. Relatif lebih kecil dibanding sebelum-sebelumnya,” ujar Moh Ali, Sabtu (26/12/2020).

Sementara itu, dari Tim Pemakaman Covid 19 -BPBD Jepara mencatat ada 18 kematian yang terjadi dalam 5hari terakhir. Artinya selama lima hari terakhir dari 372 kasus baru yang terjadi juga dibarengi 18 angka kematian. Dengan kata lain, dalam sehari rata-rata ada 3 kematian dalam sehari.

M Zaenuddin, anggota Tim Pemakaman Covid-19 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, menyatakan memang ada peningkatan kasus kkematian. Pada 24 Desember 2020 pihaknya bahkan harus melakukan 5 kali proses pemakaman.

Sementara pada 25 Desember hanya ada satu kasus kematian yang ditangani. Jika ada banyak kasus kematian yang terjadi, maka jelas memerlukan kerja keras dari tim pemakaman.

“Kalau pas lagi banyak, seperti 24 Desember 2020 kemarin tentu saja membuat kami kewalahan. Kami ada 3 regu untuk tugas ini. Jadi kalau pas ada banyak kasus kematian semua regu harus siap. Tidak peduli habis melakukan pemakaman ya harus langsung bertugas lagi. Apalagi jika pas hujan, ya tambah ekstra kerja keras,” ujar M Zaenuddin, terpisah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...