Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pandemi Covid-19 Saat Natal, Pembuat Cokelat di Kudus Bersedih

MURIANEWS, Kudus – Pandemi Covid-19 yang tak urung selesai membuat pesanan cokelat Nur Laila Safitri menurun sampai 50 persen. Kondisi ini pun membuatnya risau dan sedih, lantaran rezeki yang didapatkannya tak bisa maksimal.

Permintaan cokelat menjelang Natal tahun ini mayoritas hanya berasal dari Kota Kretek saja. Padahal tahun-tahun sebelumnya, ia bisa menjual ke kota-kota besar lain.

Ditemui di kediamannya yang berada di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Laila-sapaan akrabnya itu menyampaikan permintaan cokelat Natal tahun ini agak sepi.

“Saat pandemi agak sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan menurun sampai 50 persen dan untuk pengiriman ke luar kota hanya beberapa saja. Kebanyakan dari sini saja area Kudus,” jelasnya kepada MURIANEWS, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, sebelum adanya pandemi pesanan cokelat buatannya mendapatkan order sampai luar kota. Seperti Pekalongan, Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta.

“Sekarang kebanyakan suplai ke toko-toko di Kudus. Walaupun kemarin ada juga yang pesan dari NTT. Mungkin karena pandemi, orang jadi khawatir belanja online,” sambungnya.

Kendati pesanan tidak begitu ramai dari tahun sebelumnya, dia tetap membuat cokelat dari beberapa pesanan yang ada. Mulai dari cokelat toples, lolipop cokelat, dan cokelat berbentuk huruf ucapan Natal.

Harga yang ditawarkan oleh Laila beragam. Mulai dari Rp 6 ribu untuk lolipop cokelat, Rp 35 ribu untuk cokelat ucapan Natal, Rp 50 ribu untuk cokelat karakter, dan Rp 150 ribu untuk cokelat toples ukuran besar.

Laila mengatakan, pembuatan cokelat edisi Natal sesuai orderan sejak beberapa pekan lalu.

“Pesanan sejak tanggal 15 Desember lalu. Biasanya yang pesan memang mepet-mepet. Tapi saya memang sudah persiapan nyetok,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...