Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dekati Akhir Tahun, Corona di Kudus Tembus 3.326 Kasus

MURIANEWS, Kudus – Menjelang penghujung tahun 2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kudus masih mencatat lambungan kasus positif corona tiap harinya. Pada Rabu (23/12/2020) malam saja, ada sebanyak 32 pasien baru dari dalam wilayah.

Jumlah tersebut pun menambah total akumulasi kasus terkonfirmasi corona di Kabupaten Kudus menjadi 3.326 kasus. Di mana di antaranya, ada sebanyak 423 kasus aktif corona.

Dengan rincian 156 pasien menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan corona di Kudus, dan 267 kasus lainnya tengah menjalani isolasi mandiri.

Selain adanya penambahan kasus baru, jumlah pasien sembuh juga mengalami peningkatan.  Yakni sebanyak 27 pasien baru yang sembuh. Sehingga menambah total akumulasi pasien sembuh menjadi 2.561 pasien.

Angka kematian pasien corona juga masih mengalami peningkatan dari hari ke hari. Hingga kini, totalnya mencapai 342 orang.

Satgas Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi pun menegaskan masyarakat perlu tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Guna bisa terhindar dari virus corona.

“Tidak ada alasan untuk melonggarkan 3M, bagaimanapun juga itu adalah cara yang efektif mencegah virus tersebut,” ucap Andini Kamis (24/12/2020) pagi.

3M sendiri, kata dia, adalah mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker ketika berada di luar rumah, hingga menjaga jarak ketika sedang berada di kerumunan.

“Jika itu bisa diterapkan dengan baik dan benar, maka akan mengurangi risiko terpapar,” terangnya.

Andini pun menyarankan masyarakat di Kota Kretek yang ingin beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker kain tiga lapis.

Masker tersebut, dianggap cukup efektif untuk mencegah adanya airbond virus corona di lingkungan sekitar.

“Untuk yang beraktifitas di luar rumah memang sebaiknya tiga lapis, tidak perlu masker medis, masker kain tiga lapis sudah cukup,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat lebih sadar akan etika batuk atau bersin. Mereka, juga diminta untuk mengenakan masker medis ketika tengah mengalami flu dan batuk.

“Khusus untuk masker medis memang digunakan untuk orang yang bergejala atau semua tenaga kesehatan,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...