Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada SD dan Orang Tua Menolak, Dua Puskesmas di Kudus Tak Capai Target Imunisasi

MURIANEWS, Kudus – Bulan Imunasi Anak Sekolah (BIAS) diphteria tetanus (DT) dan tetanus diphteria (Td) di Kabupaten Kudus telah selesai. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus telah merekap capaian dari 19 puskesmas yang ada di Kudus.

Imunisasi tersebut menyasar untuk siswa SD atau MI  kelas satu, dua dan kelas lima. Pengelola Program Imunisasi pada DKK Kudus Ali Muhtadi mengatakan dari 19 Puskesmas di Kudus yang sudah mengirimkan data capaian. Masih ada dua puskesmas yang belum mencapai target.

“Target kami capaiannya minimal 98 persen. Puskesmas Wergu Wetan baru mencapai 90 persen, baik untuk imunisasi DT ataupun Td. Puskesmas Dersalam yang belum tercapai itu imunisasi Td yakni 97 persen,” katanya Rabu (23/12/2020)

Tak tercapainya target dua puskesmas tersebut, lantaran masih adanya penolakan baik dari sekolahan ataupun wali murid.

“Satu SD swasta di wilayah Puskesmas Wergu Wetan ada yang menolak. Dan beberapa wali murid di SD wilayah Puskesmas Dersalam juga ada yang tidak berkenan,” ucapnya.

Padahal, DKK Kudus dan puskesmas sudah memberikan sosialisasi dan melaksanakan imunisasi dengan mengedepankan prootokol kesehatan. Kendati demikian, lanjut Ali, pencapaian sempurna dicapai enam puskesmas di Kudus seperti Puskesmas Kaliwungu, Jati, Jekulo, dan Gondosari.

“Baik Imunisasi DT ataupun Td keempat puskesmas itu mencapai 100 persen. Selain itu capaiannya 98 -99 persen,” ucapnya.

Sementara, jika ditotal secara keseluruhan di Kabupaten Kudus realisasi imunisasi DT sudah mencapai 98 persen dan untuk realisasi imunisasi Td mencapai 99 persen.

“Jika dibuat angka, siswa kelas satu yang sudah diimunisasi DT sebanyak 13.361 siswa dan  siswa kelas dua dan lima yang sudah mendapatkan imunisasi Td ada sebanyak 26.647 siswa. Jumlah siswa yang tersasar tersebut dari 570  SD ataupun MI,” pungkasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...