Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ada Oknum di Kudus Kedapatan Pungli Bansos Covid-19, Begini Modusnya

MURIANEWS, Kudus – Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli Kabupaten Kudus sempat mendapati ada satu oknum di sebuah desa di Kabupaten Kudus melakukan pungutan liar bantuan sosial (bansos) Covid-19 beberapa waktu lalu.

Kepala Inspektorat Kabupaten Kudus Adi Harjono menceritakan, jika pihaknya sempat menemukan kasus tersebut. Saat itu kata dia, jika bansos yang diberikan adalah uang tunai sebesar Rp 600 ribu, maka pelaku pungli meminta Rp 100 ribu sebagai jatahnya.

“Jadi penerima manfaat ninggal Rp 100 ribu ke si pelaku pungli ini,” katanya, Rabu (23/12/2020).

Beruntung, lanjut Adi, uang hasil pungli bansos yang dibawa oknum belum dibelanjakan ataupun digunakan. Setelah memeriksa, akhirnya pelaku pungli diminta untuk mengembalikan uang tersebut ke penerima manfaat.

Pelaku pungli, lanjut Adi, saat ini juga terus diawasi oleh Tim Saber Pungli. Apabila kedapatan melakukan lagi, maka akan diserahkan ke aparat penegak hukum (APH).

“Saat itu juga kami melakukan pengawasan dengan APH, sampai saat ini,” ujarnya.

Sementara secara keseluruhan, sebanyak 32 kasus kasus pungutan liar di Kabupaten Kudus berhasil ditindak oleh Saber Pungli Kudus. Dua di antaranya, juga telah diserahkan pada aparat penegak hukum.

Baca: 32 Kasus Pungli Disikat Saber Pungli Kudus Selama Dua Tahun Terakhir

Sebagian besar dari jumlah yang ditindak tersebut adalah dari sektor perparkiran. Kemudian ada juga dari sektor Samsat.

“Banyak aduan dari parkir, tapi tak sampai diajukan ke APH, hanya dua yang diajukan ke mereka,” lanjutnya.

Untuk kasus parkir, banyak dari modusnya adalah tidak memberi karcis parkir. Serta ada juga yang memungut tarif parkir di atasa peraturan daerah.

Kemudian untuk dua kasus yang dilakukan pelimpahan ke APH sendiri, tambah Harjuno, adalah kasus pungutan liar di Dandangan tahun 2019.

Namun, kasus tersebut berhenti karena yang bersangkutan berjanj untuk tidak melakukan kesalahan tersebut kembali. “Sampai saat ini kami melakukan pengawasan,” kata dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...