Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Wisatawan dan Pendatang di Kudus Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mewajibkan semua pendatang yang masuk ke Kota Kretek di masa libur Natal dan Tahun Baru untuk membawa surat keterangan nonrekatif rapid test. Terlebih, mereka yang nekat berwisata di Kabupaten Kudus.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo menegaskan, sweeping surat rapid test akan dilakukan di sejumlah objek wisata di Kabupaten Kudus. Jika tak kedapatan membawa, maka segera diperintahkan pulang.

“Mereka harus membawa surat rapid test,” ucap Hartopo saat ditemui di Command Center Pendopo Kudus, Rabu (23/12/2020).

Surat rapid test yang dibawa sendiri, kata dia, haruslah berlaku setidaknya 3×24 jam setelah tes. Hal tersebut, kata Hartopo, dilakukan untuk mencegah adanya penularan corona yang berasal dari pendatang ataupun wisatawan dari luar Kudus.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan akan menutup sektor wisata di tanggal merah akhir bulan ini. Yakni tanggal 24-25 Desember dan tanggal 31 Desember 2020 dan 1 Januari 2021.

Alasannya, sambung dia, adalah untuk menekan angka penularan corona selama libur Natal dan Tahun Baru tersebut. Mengingat angka kasus corona di Kabupaten Kudus mengalami peningkatan.

Walau memang, lanjutnya, Pemkab Kudus tak menampik membutuhkan pemasukan dari sektor pariwisata tersebut. Namun untuk kali ini, pihaknya ingin memfokuskan pada kesehatan masyarakat terlebih dahulu. “Kami lebih mementingkan kesehatan masyarakat kami,” tandas dia.

Untuk diketahui, Pemkab dan Polres Kudus juga telah memastikan tak mengizinkan adanya keramaian saat perayaan malam Tahun Baru.

Kabag Ops Polres Kudus AKP Catur Kusuma Adhi menegaskan, dari pihak kepolisan resor Kudus tak akan memberikan izin apapun pada kegiatan yang mengundang banyak masa.

Sehingga ketika nanti didapati ada kegiatan dengan mengundang banyak masa dan kerumunan, maka dipastikan akan dibubarkan. “Karena tidak ada izinnya, kami bubarkan, itu juga untuk menekan penularan corona,” tegas dia.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyalakan kembang api secara berkelompok. Karena selain berpotensi adanya kerumunan, juga mengganggu kenyamanan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...