Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Update Corona Kudus: 53 Kasus Baru, 25 Pasien Sembuh

MURIANEWS, Kudus – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus kembali mencatat penambahan kasus baru di Kota Kretek, Selasa (22/12/2020) pagi.

Tak tanggung-tanggung, pencatatan kasus kali ini adalah sebanyak 53 pasien. Jumah tersebut, tersebar merata di sembilan kecamatan di Kudus.

Satgas Penanganan Covid-19 Kudus dokter Andini Aridewi merincikan, penemuan kasus baru terbanyak adalah dari Kecamatan Bae sebanyak sebelas orang.

Disusul Kecamatan Kota sebanyak delapan orang, dan Kecamatan Jekulo, Kaliwungu, dan Jati masing-masing tujuh orang.

Kemudian untuk Kecamatan Gebog, kini bertambah enam orang, Kecamatan Mejobo bertambah empat orang, dan Kecamatan Dawe bertambah dua orang.

“Satu pasien baru lagi berasal dari Kecamatan Undaan,” ucap Andini, Selasa (22/12/2020) pagi.

Penambahan kasus tersebut pun menambah jumlah kasus aktif corona di Kudus yang berjumlah 396 pasien. Dari total kasus yakni sebanyak 3.257 orang.

Selain mencatat 53 kasus pasien baru, Satgas Penanganan Covid-19 Kudus juga mencatat adanya tambahan 25 kasus pasien sembuh dan satu pasien corona meninggal dunia. Sehingga menambah kasus pasien sembuh jadi 2.522 orang dan pasien meninggal jadi 339 orang.

“Namun tidak menjadi alasan untuk mengendurkan protokol kesehatan,” tegas dia.

Pihaknya pun terus mengingatkan masyarakat Kudus untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Dengan begitu, penularan corona bisa dicegah semaksimal mungkin. “Kuncinya ada di 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” sambung Andini.

Andini pun menyarankan masyarakat di Kota Kretek yang ingin beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker kain tiga lapis. Maker tersebut, dianggap cukup efektif untuk mencegah adanya airbond virus corona di lingkungan sekitar.

“Untuk yang beraktivitas di luar rumah memang sebaiknya tiga lapis, tidak perlu masker medis, masker kain tiga lapis sudah cukup,” kata dia.

Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat lebih sadar akan etika batuk atau bersin. Mereka, juga diminta untuk mengenakan masker medis ketika tengah mengalami flu dan batuk tersebut.

“Khusus untuk medis memang digunakan untuk orang yang bergejala atau semua tenaga kesehatan,” pungkasnya.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...