Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Program Penanganan Dampak Covid-19 untuk Pelatihan UMKM Dinilai Tak Maksimal

MURIANEWS, Jepara – Program penanganan dampak Covid-19 berupa pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dilakukan Pemkab Jepara dinilai tdak maksimal. Hal ini disampaikan oleh para anggota DPRD Jepara, saat memanggil Dinsospermades Jepara di Gedung DPRD Jepara, Rabu (16/12/2020).

Saiful Muhammad Abidin, anggota Komisi B sekaligus Pansus Percepatan Penanganan Dampak Ekonomi Pokja II Wilayah Selatan, menyebut sejumlah program pelatihan UMKM yang diadakan oleh Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskop-UMKM-nakertrans), tidak tepat sasaran.

Pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di desa-desa sebagian besar tidak didasarkan pada potensi dari masing-masing desa. Masalah pangsa pasar, juga tidak menjadi orientasi pada pelatihan-pelatihan ini. Padahal masalah ini merupakan permasalah penting.

”Pelatihan yang digelar mestinya harus disesuaikan dengan potensi yang ada di masing-masing desa. Sehingga bisa langsung diterapkan oleh para pelaku UMKM yang ada. Kemudian juga difokuskan mengenai masalah pemasarannya. Lha kalau sekedar diberi pelatihan, kemudian dilaksanakan, tapi tidak jelas bagaimana memasarkanya, kan ya susah juga akhirnya,” ujar Saiful M Abidin saat meminta penjelasan ke Diskop-UMKM-nakertrans.

Menanggapi halnitu, pihak Diskop-UMKM-nakertrans melalui salah satu Kabidnya, M Thoriq menyatakan, pemilihan desa dan jenis pelatihan yang dijalankan dalam program tersebut didasarkan pada proposal yang diajukan. Proposal yang masuk, juga sudah diseleksi dan diverifikasi, berdasarkan potensi dari masing-masing desa yang mengajukan.

Dari proposal yang masuk, program pelatihan kemudian dilaksanakan. Beberapa pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan membatik dan pelatihan Tata Boga. Kegiatan usaha membatik dan Tata Boga, merupakan kegiatan-kegiatan yang dinilai cocok untuk dilaksanakan di masa Pandemi Covid-19 saat ini.

Program pelatihan membatik dan Tata Boga inilah yang diakui, akhirnya banyak dilaksanakan, karena memang pengajuannya paling banyak.

”Dari program pelatihan ini, kami juga menyampaikan bantuan untuk perlengkapan pelatihan. Misalnya untuk pelatihan membatik, kami sampaikan peralatan membatiknya. Seperti canting batik, lilin dan kain untuk pratik dalam pelatihan tersebut,” ujarnya.

Dinkop-UMKM-nakertrans sendiri, untuk program penanganan dampak Covid-19 mendapatkan alokasi dana untuk beberapa program. Untuk pembinaan dan pemberdayaan UMKM melalui peningkatan kewirausahaan, dianggarkan sebesar Rp 1,9 miliar.

Kemudian untuk program pelatihan kemasan packing dianggarkan dana Rp 39 juta. Sedangkan untuk program pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT dalam bidang terapan teknologi tepat guna bagi pencari kerja, juga dianggarkan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...