Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Covid di Blora Meningkat, Jam Malam Mulai Diberlakukan

MURIANEWS, Blora – Bupati Blora Djoko Nugroho menanggapi penyebaran Covid-19 di wilayah yang semakin meningkat. Salah satu upayanya yakni dengan memebrlakukan jam malam di wilayah tersebut.

Ini dilakukan sebagai pembatasan kegiatan masyarakat, guna memutus penyebaran Covid-19. Pemberlakukan jam malam akan dimulai pada 19 Desember 2020.

Saat ini Covid-19 di Blora mencapai 2.143 kasus. Dari jumlah itu, 387 pasien menjalani isolasi mandiri, 41 pasien dirawat di rumah sakit, 102 meninggal dan 1.613 orang dinyatakan sembuh.

“Blora darurat Covid-19. Untuk wilayah Kecamatan Blora, Cepu dan Ngawen harus dilaksanakan operasi protokol kesehatan untuk menekan penyebaran corona. Kecamatan lain penopang,” katanya, Rabu (16/12/2020).

Ia menyatakan, pemberlakukan jam malam dirasa perlu dilakukan lantaran masyarakat yang semakin hari semakain abai terhadap protokol kesehatan.

Oleh karenanya, kegiatan masyarakat akan dibatasi maksimal pada pukul 22.00 WIB. Pada jam tersebut semua pertokoan dan PKL harus sudah tutup.

“Toko-toko modern silakan buka dari 08.00 WIB sampai 22.00 WIB. PKL diizinkan berjualan mulai 14.00 WIB sampai 22.00 WIB,” ujarnya.

Pemberlakuan jam malam tersebut rencananya akan dilaksanakan hingga 5 Januari 2021 mendatang. Pihaknya tengah menyiapkan landasan hukum mengenai kebijakan ini.

“Kabag hukum dan Pak Sekda tolong disiapkan Perbup terkait hal tersebut, dan dibuat edaran penyebarluasan informasi ini. Awali dengan gambaran umum bahwa Blora Darurat Covid-19,” terangnya.

Sementara untuk membatasi potensi kerumunan pada Natal dan Tahun Baru, pihaknya mengajak seluruh komponen mayarakat untuk tidak menggelar acara keramaian.

“Camat-camat jangan membuat acara perayaan tahun baru apapun. Sekali lagi di seluruh wilayah Blora tidak ada acara perayaan pergantian tahun. Kumpulkan tokoh agama, pastur, pendeta, MUI juga FKUB terkait dengan kegiatan keagamaan, hal-hal yang bersifat teknis agar segera ditindaklanjuti untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” terangnya.

Pihaknya juga mengapresiasi kesiapan rumah sakit di wilayah Blora dalam menghadapi pandemi ini. Selain itu, pihaknya juga mengupayakan bantuan kepada warga terdampak Covid-19.

“Yang sakit-sakit di rumah tolong diparingi (diberi) bantuan sosial. Klaster perkantoran dihentikan. Dan masyarakat tolong diinformasikan dengan rencana pelaksanaan jam malam dan sebagainya,”pungkasnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...