Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pendapa Kabupaten Jepara, Bangunan Bersejarah Saksi Bisu Tumbuhnya RA Kartini

MURIANEWS, Jepara – Jepara selalu identik dengan Kartini, tokoh wanita yang dikenal tidak hanya  di Indonesia, namun juga dunia. Di Jepara, Kartini lahir dan tumbuh menjadi manusia dengan pemikiran luar biasa.

Beberapa memorabilia berkaitan dengan Kartini ada di Jepara. Salah satunya adalah bangunan Pendapa Kabupaten Jepara.

Pendapa Kabupaten Jepara merupakan bangunan bersejarah yang terletak di pusat kota Jepara. Bangunan Pendapa Kabupaten Jepara dibangun sekitar tahun 1750, pada era pemerintahan Adipati Citro Sumo III, yang merupakan pimpinan pemerintahan ke-23 di Jepara.

Citra Soma III menjabat selama kurun waktu 22 tahun (1730-1760). Sedangkan RM Sosroningrat yang merupakan ayahanda RA Kartini merupakan Bupati Ke-31, dan menjabat selama kurun waktu 24 tahun (1881-1905).

Salah satu pemerhati Kartini di Jepara, yang juga Ketua Yayasan Kartini Indonesia, Hadi Priyanto menjelaskan, Pendapa Kabupaten Jepara terbagi menjadi beberapa ruangan. Di sana ada Ruang Peringgitan, yang dulu dipergunakan untuk menerima atau menjamu tamu secara terbatas. Sampai saat ini, ruangan tersebut masih dipergunakan untuk ruangan makan prasmanan dan menerima tamu terbatas.

Kemudian ada Ruangan Rono Kaputren (ukiran tembus) atau berlubang dan blok ukir sesuai dengan namanya Rono Keputren. Di sebelah kiri dan kanan ruangan ini, dulu dijadikan ruang kerja untuk Bupati dan Sekretaris Daerah, di era pemerintahan Republik Indonesia.

Kemudian juga ada Ruang Pingit, yang menjadi kamar RA Kartini saat menjalani pingitan. Lalu di depan kamar Pingit ada Ruang Makan Keluarga. Sampai saat ini juga masih difungsikan untuk keperluan yang sama.

“Bagian yang juga bersejarah adalah Ruang Belakang (Serambi Belakang Pendapa). Ruangan ini masih asli, termasuk pintu dan jendelanya, merupakan asli peninggalan zaman dahulu. Di Serambi belakang inilah, RA. Kartini bisa mewujudkan salah satu perjuangannya, yaitu mendirikan sekolah wanita,” ujar Hadi Priyanto, Selasa (15/12/2020).

Selain itu,  terdapat bangunan memanjang di sebelah utara bangunan utama Pendapa. Bangunan ini merupakan bagian dapur. Hingga kini masih difungsikan sebagaimana aslinya. Sebelumnya, di depan bangunan ini juga tumbuh Pohon Bunga Kantil berukuran besar.

Pohon ini sudah ada sejak zaman Kartini atau bahkan sebelumnya. Beberapa tahun lalu, pohon bersejarah ini tumbang karena usia. Upaya untuk mempertahankannya gagal, meski sudah dilakukan dengan berbagai cara.

Kemudian, ada sebuah tembok tinggi dengan dua pintu (regol) yang dahulu merupakan tempat jaga para Punggowo (Prajurit Penjaga) di bangian belakang kompleks Pendopo. Saat ini menjadi perbatasan dengan kampung Pungkuran.

Secara umum semua bangunan Pendapa masih asli, meski ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan. Bahkan di Pendapa Kabupaten Jepara, sampai saat ini masih terdapat kolongan besi di sepanjang pinggirnya. Kolongan besi tersebut konon digunakan untuk memarkir kuda-kuda yang digunakan sebagai alat transportasi.

“Lantai Pendapa Kabupaten sampai saat ini masih asli bikinan masa lampau. Perubahan hanya pada dinding yang saat ini beberapa bagian ditempeli Wall Paper. Sedangkan bagian tiang saka Pendapa juga ada sedikit tambahan, namun belum merubah bentuk aslinya. Fasilitas baru yang dibangun adalah kolam renang,” tambah Hadi Priyanto.

Memasuki bangunan bersejarah ini, akan terasa sebuah aura magis. Sebab sebagian besar merupakan peninggalan masa lampau. Saat ini, kompleks Pendapa Kabupaten Jepara ditetapkan sebagai Cagar Budaya Pemkab Jepara.

Meski masih tetap digunakan sebagai rumah dinas Bupati, kawasan ini dilindungi keasliannya. Terakhir, Pemkab Jepara membangun patung RA Kartini dan RMP Sosro Kartono di taman depan Pendapa Kabupaten Jepara.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...