Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mulai Terlupakan, Wayang Thengul Dijadikan Wisata Budaya di Blora

MURIANEWS, Blora – Kesenian wayang thengul yang dulunya merupakan primadona hiburan rakyat di Blora, belakangan mulai terlupakan. Sejak tahun 2000 jumlah pertunjukan wayang ini bisa dihitung dengan jari.

Untuk menyelamatkan kesenian ini, warga di Desa Bangowan, Blora mulai menjadikannya sebagai paket wisata.

Hanif Masadini, salah satu penggiat wisata Desa Bangowan yang sekaligus penerus pemilik wayang thengul generasi ke 3 ini mengaku mencoba mengkolaborasikan wisata alam yang telah ada dengan wisata budaya wayang thengul.

“Minat masyarakat khususnya generasi muda terhadap seni pertunjukan wayang thengul semakin rendah. Hal ini yang akan kita coba untuk menjadikan wisata budaya,” kata Hanif, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, langkah ini dicoba untuk menumbuhkan gairah generasi muda untuk terus mengenal budaya asli Indonesia. hal itu disebabkan banyak generasi muda beranggapan pertunjungan wayang, menggunakan bahasa yang terlalu rumit dan susah dimengerti.

Hanif Masadini menunjukkan wayang thengul koleksinya. (MURIANEWS/Priyo)

Di mana generasi muda lebih mengerti bahasa Indonesia, asing, maupun campuran. Selain itu, durasi pertunjukan seni wayang juga dirasakan terlalu lama.

“Pertunjukan wayang semalam suntuk biasanya mulai pukul 21.00-04.00 atau sekitar 7 jam. Namun melalui wisata ini nanti mereka bisa belajar alur cerita dan tidak usah menunggu dengan durasi yang lama,” ucapnya.

Menurunnya minat generasi muda terhadap wayang juga disebabkan oleh cerita yang cenderung dirasakan berat, penuh renungan, dan bobot filosofis. Bahkan, katanya, muncul anggapan lakon dan pesan wayang dianggap hanya untuk orang tua yang membutuhkan pencerahan.

“Saat ini dalang wayang thengul di Blora tinggal tersisa sekitar tiga orang. Ini tentu menjadikan kita sebagai penerus harus bisa berinovasi terus agar kesenian ini bisa selalu kenal generasi muda,” Jelasnya.

Wayang thengul adalah kesenian wayang yang berasal dari Bojonegoro .Wayang thengul hampir mirip dengan wayang golek, namun perbedaan yang jelas terlihat ialah dari cerita yang diangkat dan juga karakter tokoh yang ditampilkan.

Wayang thengul juga menjadi warisan tak benda. Pengakuan penetapan dilakukan Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

“Meski diakui di kabupaten tetangga (Bojonegoro) sebagai generasi muda tentu kita patut ikut melestarikannya, dengan harapan wayang selalu dikenal oleh masyarakat luas,” harapnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...