Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jepara Keteteran Identifikasi Covid Meski Sudah Punya Alat Pengolah Sampel Swab

MURIANEWS, Jepara – Penanganan Covid-19 di Jepara nampaknya belum bisa berjalan maksimal. Kendati sudah memiliki alat pengolah sampel swab, pada kenyataannya hasil lab tidak bisa cepat diketahui.

Di Kabupaten Jepara, sampel swab masih harus menunggu sepekan, untuk mendapatkan kepastian hasilnya. Hal ini dianggap kontraproduktif dalam upaya penanganan Covid-19 di Jepara.

Seperti diketahui, RSUD Kartini Jepara sebenarnyanya sudah memiliki memiliki dua laboratorium pengolahan sampel swab. Dua peralatan tersebut adalah PCR (Polymerase Chain Reaction) dan TCM (Tes Cepat Molekuler).

Namun keterbatasan kapasitas di kedua laboratorium ini, membuat sampel swab tidak bisa cepat tertangani. Hal ini menimbulkan dampak, hasil swab baru bisa diketahui dalam waktu paling cepat satu pekan.

Direktur RSUD Kartini Jepara dr Dwi Susilowati menyatakan, banyaknya warga Jepara yang terkonfirmasi Covid-19 membuat jumlah kontak erat dari hasil tracing yang harus di-swab meningkat. Selain itu, saat ini Jepara juga tengah melakukan program swab screening.

Akibatnya, karena keterbatasan kapasitas pada lab yang ada, membuat banyak sampel swab yang harus antre untuk diperiksa. Hal ini ditambah lab yang ada di luar daerah juga mengalami overload pada saat yang bersamaan.

“Untuk laboratorium PCR yang ada di tempat kami, kapasitasnya hanya 2 X 94 sampel pemeriksaan dalam seharinya. Sementara sampel swab yang masuk ke kami jumlahnya sangat banyak. Sehingga terjadi antrean sampel yang akan diperiksa,” ujar dr Dwi Susilowati, Minggu (13/12/2020).

Dijelaskan oleh dr Dwi Susilowati, sampel swab yang masuk merupakan hasil tracing dan tracking dari kasus-kasus terkonfirmas positif Covid-19 yang terjadi.

Selain itu, sampel juga datang dari Puskesmas yang melakukan program swab screening atau kiriman dari rumah sakit lain, baik di Jepara maupun dari luar Jepara.

Sampel yang masuk rata-rata dua kali lipat dari kapasitas peralatan yang ada, setiap harinya. Sehingga terjadi penumpkan sampel swab yang belum bisa ditangani.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penaganan Covid-19 Jepara Moh Ali, membernarkan mengenai situasi ini. Diakuinya banyak sampel swab yang belum bisa tergarap, untuk mengetahui hasilnya.

Situasi ini menurutnya juga terjadi di banyak daerah di Jawa Tengah. Karena itu protokol kesehatan harus terus digenjot penerapannya.

Situasi yang terjadi ini, mendapatkan keluhan dari beberapa tenaga kesehatan yang ada di Jepara. Semakin lama sampel swab tidak segera mendapatkan hasil, maka potensi penularan Covid-19 juga akan terjadi secara meluas.

Hal ini disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat di dalam melakukan isolasi mandiri.

“Hasil swab diketahui paling cepat sepekan. Sementara orang-orang yang di-swab tidak ada kesadaran melakukan isolasi mandiri dan masih beraktivitas seperti biasa. Maka apa yang terjadi coba, jika kemudian hasilnya diketahui terkonfirmasi?. Jelas sudah terjadi potensi penularan,” keluh salah satu tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Jepara.

Hal seperti ini menurutnya, bahkan terjadi di kantor-kantor yang mengambil sampel swab. Karena hasil belum ada, para pegawai yang diambil swab tetap saja bekerja dan beraktivitas seperti biasa.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...