Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pati Darurat Banjir, JMPPK: Banyak Oknum Serakah Abaikan Lingkungan

MURIANEWS, Pati – Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) melakukan susur sungai di wilayah Pati selatan, Sabtu (12/12/2020). Kegiatan tersebut untuk melihat kondisi banjir yang terjadi di beberapa desa.

Ketua JMPPK Gunretno mengatakan, dari penyusuran sungai yang dilakukan, pihaknya mencatat ada beberapa desa rawan terhadap bencana banjir. Di Kecamatan Sukolilo, desa yang terdampak banjir seperti Desa Baleadi, Wotan, Baturejo, Gadudero, dan Desa Kasiyan.

Kemudian di Kecamatan Kayen terdapat di Desa Srikaton, Trimulyo, Pasuruhan, dan Desa Talun. Kecamatan Gabus di Desa Banjarsari, Babalan, Tanjang, Kosekan, Pantirejo, Tlogoayu, Karaban, dan Desa Wuwur.

“Banjir ini bukan diakibatkan karena curah hujan tinggi, melainkan disebabkan terjadinya alih fungsi lahan dan peruntukan lahan yang tidak sesuai,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam kerangka pembangunan, penanganan wilayah hulu dan hilir haruslah seimbang. Di wilayah hulu, misalnya Pegunungan Kendeng dan Gunung Muria, kegiatan penambangan dan penggundulan hutan marak terjadi.

“Ketika curah hujan tinggi terjadi, aliran sungai pembuangan menjadi cepat mengalami sedimentasi,” imbuhnya.

Dari temuan lapangan saat susur sungai, terdapat sampah plastik, enceng gondok dan larutan tanah dari pegunungan. Hal itu semakin menjadikan daya tampung sungai tidak mencukupi. Akibatnya, air meluap menggenangi lahan pertanian yang sudah ada tanaman padi.

Perlu diketahui bahwa dokumen KLHS Pegungan Kendeng menyatakan terdapat kerusakan lingkungan yang sangat krusial. Apabila tidak segera ditanggulangi, akan membawa risiko bencana ekologis besar yang tidak terelakkan.

Dalam RTRW Kabupaten Pati 2010-2030 yang dimuat dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011, pada pasal 2, menyatakan bahwa penataan ruang Kabupaten Pati bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Pati sebagai Bumi Mina Tani berbasis keunggulan pertanian dan industri berkelanjutan.

Adapun di dalam dokumen KHLS Pegunungan Kendeng wilayah Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Kayen dan Kecamatan Tambakromo dinyatakan sebagai kawasan lindung yang tidak boleh ada kegiatan yang merusak dan mengganggu fungsi kawasan karst sebagai akuifer hidrologi.

“Bencana banjir yang terus berulang belum menjadikan pemerintah dan masyarakat sadar pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Bencana banjir bukan semata takdir, melainkan sebuah peristiwa yang dapat dihindari. Karena penyebabnya adalah perilaku oknum-oknum serakah yang mengabaikan kelestarian lingkungan dan nasib anak cucu mendatang. Berhentilah merusak dan memeras Ibu bumi,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...