Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Saksi Harno-Bayu Tak Mau Tanda Tangani Berita Acara Rekapitulasi Tingkat Kecamatan

 

MURIANEWS, Rembang – Sejumlah saksi paslon nomor urut 01 Harno-Bayu Andriyanto, enggan membubuhkan tanda tangan berita acara rekapitulasi suara Pilkada Rembang tingkat kecamatan.

Hal itu lantaran ditemukannya sejumlah kejanggalan dan dugaan penggelembungan suara dalam pelaksanaan Pilkada 9 Demember lalu.

Hal itu sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Sale dan Pancur. Namun, pihak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tetap mengirimkan hasil penghitunhan tersebut ke KPU Rembang.

Ketua PPK Sale Ari Iswanto mengatakan, saksi yang berkenan menandatangani berita acara hasil rekapitulasi suara tingkat kecamatan haanya dari paslon Hafidz-Hanies. Sementara saksi dari paslon Harno-Bayu enggan tanda tangan.

“Tapi untuk hasil rekapitulasi tingkat kecamatan, tetap kami bawa ke KPU,” terang Ari.

Senada juga diungkapkan oleh anggota PPK Pancur, Sofi Ahmad Husnan. Dia mengaku sudah menjalankan proses rekap seobyektif mungkin dan sesuai prosedur.

“Soal ada saksi pasangan calon yang tidak mau tanda tangan, kami tidak mengetahui persis apa alasannya, “ tutur Sofi.

Sementara Wakil Ketua Tim Pemenangan Harno-Bayu, Gunasih ketika dikonfirmasi menjelaskan kalau dirasa masih ada yang janggal, saksi pasti tidak akan tanda tangan.

“Kalau sudah clear, tentu saksi tanda tangan,” paparnya.

Baca: Saksi Harno-Bayu Duga Ada Penggelembungan Suara di Pilkada Rembang

Gunasih menyebut, tim pemenangan Harno-Bayu masih akan menunggu hasil rekapitulasi tingkat kabupaten hingga jumlah suara final diketahui. Sembari menunggu hal itu, tim juga telah menyiapkan materi dugaan-dugaan pelanggaran yang terjadi dalam proses Pilkada kemarin.

“Apalagi terpautnya tipis. Kita nunggu rekapitulasi tingkat kabupaten selesai dulu, sambil mengumpulkan bukti-bukti,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...