Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ratusan Mahasiswa Ipmafa Pati Diwisuda Secara Virtual

MURIANEWS, Pati – Sebanyak 157 mahasiswa Institut Mathaliul Falah (IPMAFA) Pati menggelar prosesi wisuda secara virtual, Sabtu (12/12/2020). Selain masih pandemi, langkah ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dalam prosesi wisuda itu, masing-masing wisudawan berada di rumah bersama keluarga. Mereka diwisuda melalui aplikasi zoom video conference yang secara langsung dipandu dari Kampus Ipmafa Pati. Lengkap dengan memakai toga, smair, dan topi, mereka nampak senyum bangga.

Dengan menghadirkan wisudawan terbaik, Rektor Ipmafa Pati KH Abdul Ghofarrozin memindahkan tali toga dari samping kiri ke samping kanan. Seraya mendoakan kepada wisudawan agar mempunyai ilmu yang bermanfaat.

Sementara wisudawan yang ada di rumah, tali toga dipindahkan oleh orang tuanya. Hal itu sama sekali tidak mengurangi sakralitas peosesi wisuda virtual Ipmafa Pati.

KH Abdul Ghofarrozin mengatakan, mungkin ada level khidmat dan khusyuk yang sedikit berbeda apabila menyelenggarakan wisuda secara tatap muka. Tetapi dengan wisuda daring ini, tentu akan lebih optimal untuk mencegah resiko penularan Covid-19.

“Kami sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada wisudawan, karena telah mengalahkan egonya dengan keputusan pelaksanaan wisuda daring. Betapa beaar resiko yang akan kita ambil apabila kita menyelenggarakan wisuda secara tatap muka. Tapi, keputusan ini sangat tepat dimasa pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir,” ungkapnya.

Gus Rozin, sapaan karib Abdul Ghofarrozin juga menjelaskan, lulusan Ipmafa setidaknya mampu beradaptasi dengan maksimal. Baik dalam perkembangan teknologi maupun perkembangan zaman yang semakin maju ini.

Menurutnya, wisudawan harus mampu menjadi insan yang sholih. Dalam artian relevan dengan waktu dan tempat dimana pun berada. Tentunya, para wisudawan harus membuka hati dan pikiran.

“Wisudawan sudah mempunyai bekal. Karena itu, mereka harus membuka hati dan pikiran. Karena tidak mungkin kita bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman apabila daya rasionalitas kita tertutup,” tegasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...