Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kembalikan Dompet Berisi Rp 15 Juta, Tukang Rosok Ini Diberi Penghargaan Gubernur Jateng

MURIANEWS, Semarang – Apa yang Anda lakukan jika menemukan dompet berisi belasan jutaan rupiah?. Beberapa orang pastinya akan langsung menyimpan uang itu, apalagi jika saat itu kondisinya tengah terdesak kebutuhan ekonomi.

Namun ini tak dilakukan oleh Mulyadi (45) saat mengais rosok di Kartasura, Sukoharjo. Ia mendapatkan dompet cokelat berisi uang Rp 15 juta.

Peristiwa yang terjadi pada 2018 itu pun membuat Gubernur Ganjar Pranowo kagum dan mengundangnya ke rumah dinas gubernur. Tak sendiri, ternyata Ganjar juga mengundang sejumlah orang yang mengedepankan kejujuran dalam setiap kehidupan.

Ada pemulung, penjual sayur dan gorengan keliling, driver ojek online, karyawan swasta dan masyarakat lainnya. Ganjar dengan bahagia mendengar kisah-kisah kejujuran dari warganya itu jelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia), 9 Desember.

Kepada Ganjar, Mulyadi menceritakan kisahnya. Saat ia sedang mengais rosok sambil menambal jalan di Jalan Raya Solo-Semarang. Ketika itu, ia menemukan dompet jatuh berwarna cokelat yang di dalamnya berisi uang Rp15 juta.

Kula tingali enten duite (saya lihat ada uangnya). Kathah pak, lembaran abang (banyak pak, lembaran merah ratusan ribu). Akhire kula nunggu sing duwe ning pinggir dalan nganti magrib (saya nunggu pemiliknya di pinggir jalan sampai magrib),” kata Mulyadi.

Akhirnya, pemilik dompet itu datang mencari dompet yang jatuh itu. Setelah bertemu pemiliknya, dompet berisi uang itu langsung dikembalikan Mulyadi.

Kui dudu nggone kula (itu bukan punya saya), akeh sing ngomong ngopo ora digawe wae (banyak yang bilang kenapa tidak dipakai), kula ajrih kalih gusti Allah (saya takut pada Allah),” ucapnya.

Mulyadi yakin bahwa uang yang ditemukannya itu pasti ada pemiliknya. Ia tidak berkeinginan memiliki, karena memang bukanlah haknya. Ia berpikir, nungkin si pemilik uang itu ingin menggunakannya untuk keperluan mendesak.

Alhamdulillah Gusti Allah mbales, kula sekeluarga sehat (saya dan keluarga selalu diberikan kesehatan), rejeki lancar, kula ditulungi wong akeh (saya ditolong orang banyak)” jelasnya.

Kisal lain disampaikan Tan Le Hok Fuk atau Kakek Afuk (50). Pemulung asal Solo ini nekat bersepeda Solo-Pasuruan hanya demi mengembalikan dompet kepada pemiliknya.

Kepada Ganjar, Kakek Afuk menceritakan awalnya sedang mencari rongsok di jalanan. Ketika itu, ia menemukan dompet berisi STNK dan KTP yang menunjukkan bahwa pemiliknya ada di Pasuruan.

“Dalam hati saya seperti ada yang membisiki, kui balekna, dudu nggonmu (itu dikembalikan, bukan milikmu). Lalu, saya berniat mengembalikan,” ucapnya.

Kakek Afuk bahkan rela menjual HP miliknya untuk memperbaiki sepeda dan ongkos ke Pasuruan. Akhirnya, dompet itu bisa ia kembalikan ke pemiliknya dengan bersepeda ke Pasuruan.

Ganjar juga mendengarkan kisah Widiyanti (33), penjual sayur dan gorengan keliling asal Kebumen. Widiyanti yang saat berjualan menemukan plastik kresek jatuh di jalan dan berisi uang, langsung berusaha mengejar pemiliknya yang menaiki motor. Sayang, dirinya yang hanya bersepeda, tak bisa mengejar.

“Akhirnya saya berikan uang itu ke polisi. Setelah itu diposting di medsos dan orangnya mengambil. Lega saja rasanya, bisa mengembalikan. Saya tahu dia itu penjual ayam, sebagai sama-sama pedagang, saya tahu rasanya cari uang itu susah,” jelasnya.

Kepada orang-orang jujur itu, Ganjar memberikan piagam penghargaan sebagai Tokoh Teladan Kejujuran Jawa Tengah. Piagam bertuliskan kalimat ‘Balekake Yen Dudu Duweke’ itu ditandatangani langsung oleh Ganjar.

“Saya itu mendengar kabar, ada cerita-cerita hebat dari masyarakat kecil yang menginspirasi. Maka, saya ingin mendengar langsung dan mengundang mereka. Banyak cerita bagus tentang kejujuran dan integritas. Saya bangga, nilai-nilai seperti inilah yang ingin kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari sampai pada masyarakat tingkat bawah,” katanya.

Ganjar meyakini, masih banyak orang baik di Jawa Tengah dan di Indonesia. Dari cerita orang-orang yang dipanggilnya itu, ia mendengar bahwa mereka juga terinspirasi dari orang lain, ada dari orang tuanya, pemuka agama, dan lainnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...