Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gibran Menang Telak di TPS Bagyo, Tapi Kecolongan 24 Suara di TPS Kandang

MURIANEWS, Solo – Pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Solo nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakoso (Gibran-Teguh) berhasil menang telak di TPS 8 Kelurahan Penumping, Laweyan, tempat Calon Wali Kota Solo nomor urut 2, Bagyo Wahyono. Meski begitu, Gibran kecolongan 24 suara di TPS 22 Kelurahan Manahan, Banjarsari, tempatnya mencoblos hari ini.

Di TPS 8 Kelurahan Penumping, Laweyan, Solo, Gibran-Teguh menang telak setelah berhasil meraih 146 suara. Sedangkan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) hanya meraih 58 suara. Sementara, total suara tidak sah mencapai 45 suara.

“Hasil penghitungan ada 248 orang dari 428 DPT (Daftar Pemilih Tetap). Dari suara itu, pasangan Gibran-Teguh mendapat 146 suara, Bajo 58 suara, dan tidak sah 45 suara,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 8 Penumping, Andre Musono seperti dikutip Detik.com, Rabu (9/12/2020).

Artinya, lanjutnya, ada 179 orang yang tidak hadir di TPS. Jumlah tersebut mencapai 41,8 persen dari jumlah DPT.

“Yang tidak hadir karena banyak yang tidak bisa ditemui, ada yang di Australia, di luar kota, ada yang tidak terlacak,” tutupnya.

Sementara itu, di TPS 22 Kelurahan Manahan, Banjarsari, Solo, tempat Gibran mencoblos harus rela kecolongan 24 suara dari pasangan Bajo.

Dari hasil penghitungan suara, Gibran-Teguh meraup 171 suara atau sekitar 87,7 persen. Sedangkan Bagyo-Supardjo memperoleh 24 suara atau sekitar 12,3 persen.

“Hasil penghitungan sudah selesai, pasangan nomor 1 mendapat 171 suara, pasangan nomor 2 dapat 24 suara,” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 22 Manahan, Toto Saronto.

Artinya ada 195 suara sah di TPS tersebut. Sementara surat suara tidak sah ada 13 buah. Total pemilih yang hadir ke TPS ada 208 orang dari 314 DPT.

“Di sini DPT-nya 314 orang, yang datang 208 orang. Dari 208 itu, 195 suara sah dan 13 suara tidak sah,” kata dia.

Menurutnya, jumlah partisipasi pemilih pada pemilihan kali ini menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia memperkirakan masyarakat enggan datang karena dalam masa pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Menurun tahun ini, mungkin karena pandemi. Padahal kita sudah siapkan hand sanitizerthermo gun, sabun, masker, sarung tangan. Tapi ya seperti ini hasilnya,” imbuhnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Detik.com

Comments
Loading...