Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sama-Sama Ditemani Istri, Begini Gaya Gibran dan Bagyo saat Nyoblos di Pilkada Solo

MURINEWS, Solo — Calon Wali (Cawali) Kota Solo nomor urut 1 Gibran Rakabuming Raka dan Cawali Kota Solo nomor urut 2 Bagyo Wahyono sama-sama menggunakan hak pilihnya di TPS masing-masing, Rabu (9/12/2020) pagi tadi. Keduanya sama-sama ditemani istri dan keluarga dengan gaya busana yang berbeda.

Gibran tiba dan menyalurkan suara di TPS 022 Manahan, Banjarsari sekitar pukul 08.35 WIB. Dia datang bersama istrinya, Selvi Ananda dan adiknya, Kaesang Pangarep.

Putra sulung Presiden Jokowi itu mengenakan kemeja lengan panjang dengan motif garis-garis kombinasi warna biru, merah jambu, dan kuning. Sedangkan Selvi mengenakan baju motif bunga-bunga berwarna merah jambu, putih, hijau, yang dipadukan celana panjang kain warna hitam.

Sementara Kaesang memakai kaos hitam, jaket jins dengan celana panjang hitam. Mereka kompak memakai masker dan mengikuti prosedur pemungutan suara mulai dari pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta memakai sarung tangan plastik.

Gibran dan Selvi masuk terlebih dulu ke TPS untuk menyalurkan suara disusul Kaesang. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menggunakan hak suara. Sesuai urutan kedatangan, Gibran lebih dulu menyelesaikan pemungutan suara disusul Selvi dan Kaesang.

Ketika menunggu sang istri menyelesaikan pemungutan suara, Gibran berdiri di dekat tempat duduk pemilih yang disediakan KPPS. Ia pun berharap pelaksanan pencoblosan Pilkada Solo berlangsung dengan aman.

“Semoga pilkada ini lancar sampai sore nanti,” kata Gibran seperti dikutip Liputan6.com

Gibran juga meminta warga untuk tak perlu waswas untuk datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya. Pasalnya, petugas memberlakukan protokol kesehatan dengan ketat.

“Silakan datang ke TPS. TPS dipastikan aman, nyaman, steril dan jangan lupa bawa masker,” kata Gibran.

Calon Wali Kota Solo, Bagyo Wahyono,dan istri menggunakan hak pilih di TPS 08 Penumping, Laweyan, Solo, Rabu (9/12/2020) pagi. (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)

Sementara itu, Bagyo Wahyono Cawali Kota Solo nomor urut 2 menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Nomor 08 Kelurahan Penumping Laweyan Solo pukul 07.45 WIB. Ia datang bersama istri dan anaknya ke TPS.

Bagyo sapaan akrab Bagyo Wahono datang memakai kemeja batik truntum dari kediamannya lengkap dengan maskernya. Bagyo berjalan kaki ke TPS yang berada sekitar 50 meter di sebelah selatan rumahnya bareng istri dan anaknya.

Saat masuk ke TPS, Bagyo pun mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan terlebih dahulu. Beberapa warga turut menyapa Bagyo.

Bagyo saat dijumpai wartawan mengatakan Pilkada kali ini berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Hal itu dikarenakan Pilkada saat ini di tengah pandemi sehingga protokol kesehatan harus dilakukan. Protokol kesehatan tetap harus dilakukan untuk memutus rantai corona.

“Tadi datang dengan istri, anak-anak, tiga anak laki-laki, dan satu anak perempuan. Setelah ini saya di rumah saja, melihat perhitungan cepat, mengawal sampai selesai,” papar Bagyo seperti dikutip Solopos.com.

Ia menjelaskan mengenakan batik truntum berarti sedang punya hajatan. Ia berharap siapa saja pemenang dalam kontestasi ini, dapat membawa Solo lebih baik. Masyarakat memperoleh keadilan, entah Bagyo atau Gibran pemenangnya.

“Harapannya saya menang, tapi saya menang tanpa ngasorake. Jadi saya akan merangkul semua termasuk Mas Gibran. Kalau Tuhan mengizinkan kami duduk di Balai Kota, partai apa pun saya akan ayomi, semua akan saya ayomi,” papar Bagyo Wahono.

Ia menegaskan independen berjuang untuk rakyat dan berangkat dari rakyat yang saat ini butuh keadilan.

Ia menyebut jika Gibran mau, Bagyo akan merangkulnya dalam membangun Solo. Menurutnya, ia dan Gibran sama-sama memiliki kesamaan berniat baik memimpin Solo. Ia bakal memperjuangkan wong cilik sesuai kebutuhannya.

“Solo harus kondusif dan kedamaian. Independen dapat menjadi percontohan dalam era baru ini. Semoga akan legowo, siapa saja yang menang dan kalah tetap saudara. Jangan ada gesekan, saya juga siap menang dan kalah selama tidak ada kecurangan,” ucap Bagyo.

Ia menambahkan jika ada kecurangan, ia meminta para jurnalis untuk mengawal prosesnya.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com, Liputan6.com

 

Comments
Loading...