Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Jepara Catat Total Kasus Covid-19 Tembus 3.000 Orang, 2.150 di Antaranya Sembuh

MURIANEWS, Jepara – Jumlah total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Jepara saat ini sudah tembus angka 3.000. Bahkan pada Rabu (9/12/2020), angka kasus yang tercatat, secara keseluruhan sudah mencapai 3.116 kasus. Jumlah kasus yang terus bertambah ini, juga diikuti dengan jumlah angka kematian yang terus naik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jepara, Moh Ali menyatakan, sampai Rabu (9/12/2020) secara keseluruhan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jepara memang sudah mencapai 3.116 kasus.

Dari jumlah kasus tersebut, melibatkan 2.984 orang warga Kabupaten Jepara, dan sisanya merupakan warga dari luar Jepara. Selain itu, sebanyak 617 orang sampai saat ini menjalani penanganan dan 217 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.  Sedangkan 2.150 orang dinyatakan sudah sembuh.

Sesuai dengan hasil lab terakhir yang diterima oleh Satgas Penanganan Covid-19 Jepara pada Rabu (9/12/2020) malam, ada penambangan sebanyak 59 kasus baru. Jumlah ini merupakan yang terbanyak dalam beberapa pekan terakhir.

Sebanyak 56 dari tambahan kasus baru tersebut melibatkan masyarakat Jepara di beberapa kecamatan. Sedangkan tiga kasus lainnya melibatkan warga Mijen Demak (2 orang) dan Semarang Selatan (1 orang).

“Angka kasus akan terus naik jika masyarakat tidak merubah kebiasaan dalam kehidupannya dengan menerapkan protokol kesehatan. Angka kematian juga terus terjadi dalam pekan-pekan terakhir ini,” ujar Moh Ali, Rabu (9/12/2020).

Sementara itu, Ketua Staf Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Jepara, dr M Fakahruddin menyatakan, kegiatan masyarakat harus benar-benar diawasi dengan ketat. Saat ini di Jepara sedang musim banyak orang melakukan hajat.

Pelaksanaannya harus benar-benar dikontrol, jangan sampai mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Masalahnya, untuk pengawasan terhadap kegiatan-kegiatan ini memang diakui masih belum maksimal.

Di banyak tempat, dari kegiatan hajatan masyarakat yang dilakukan, menurut dr M Fakhruddin menjadi salah satu faktor yang bisa jadi membuat angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat. Soal ini bisa menjadi problem besar, jika pelaksanaanya di lapangan, masalah penerapan protokol kesehatan tidak diperhatikan. Namun hal ini juga bukanlah menjadi satu-satunya faktor.

“Bisa saja, ada orang yang sebenarnya harus melakukan isolasi mandiri karena tertular, namun tidak melaksanakannya dengan disiplin tinggi. Sehingga menular ke orang lain, dan akhirnya ke banyak orang karena menyebar tanpa disadari. Hal-hal seperti inilah, yang tentunya harus menjadi perhatian kita semua,” ujar dr M Fakhruddin.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...