Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kudus Masih Punya 33 Joglo Pencu Berusia Ratusan Tahun

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus mencatat berdasarkan data terakhir di tahun 2019 lalu, rumah adat Kudus yakni joglo pencu yang usianya ratusan tahun hingga sekarang masih ada sekitar 33 unit.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Disbudpar Roro Lilik Ngesti W Rabu (9/12/2020).

“Berdasarkan data kolaborasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, dan data yang kami miliki, 33 unit itu berdasar tahun 2019 lalu dan belum merujuk kepada nama pemilik. Menurut SK BPCB tahun 2005 rumah adat tersebut sebagai cagar budaya,” kata dia.

Dari jumlah tersebut, lanjut Lilik, kebanyakan berada di desa-desa penyangga kawasan Menara Kudus. Seperti Desa Kauman, Desa Langgardalem, Desa Janggalan, Desa Damaran, Desa Demangan, Kelurahan Purwosari hingga Kelurahan Kajeksan.

“Kebanyakan memang di daerah Kudus kulon. Kepemilikanya juga banyak yang milik perorangan, ada yang yayasan, hingga perusahaan. Pemkab juga punya. Sebenarnya 2020 ini kami punya agenda mendata ulang ke lapangan, tapi terkendala adanya wabah ini,” jelas dia.

Meski demikian, ia pun tak menampik jika jumlah rumah adat Kudus joglo pencu jumlahnya semakin berkurang.

Dikarenakan, banyak ahli waris yang yang tidak ingin repot dengan perawatanya, selain rumit perawatanya juga cukup mahal. Sehingga banyak yang memilih untuk menjualnya.

“Sebenarnya boleh saja berganti pemilik, itu hal yang logis. Hanya kami sebagai instansi yang mempunyai kegiatan pelestarian dan menjaga cagar budaya itu hendaknya juga diberitahu. Sehingga catatan ke mana perginya rumah adat itu ada. Tidak seperti yang sudah-sudah, pindah tangan terus hilang,” ungkap dia.

Baca: Menengok Rumah Joglo Pencu Berusia 400 Tahun yang Masih Ditinggali Satu Keluarga di Kudus

Pihaknya memang belum melakukan pendampingan secara fisik mengenai pemeliharaan dan perawatan. Namun, pihaknya akan melakukan pendampingan bilamana sang pemilik akan melakukan renovasi ataupun peremajaan kembali.

“Pendampingan yang kami lakukan, dengan pertimbangan dengan tetap menjaga dan merubah keaslian rumah adat joglo pencu itu, berdasarkan kajian TACB dan TPCB,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...