Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bencana Alam di Kudus Seharian Kemarin Timbulkan Kerugian Puluhan Juta Rupiah

MURIANEWS, Kudus – Bencana alam yang melanda Kabupaten Kudus pada Senin (07/12/2020) kemarin mengakibatkan kerugian mencapai Rp 62 juta. Kerugian tersebut diakibatkan lantaran pohon tumbang, longsor, dan banjir.

Kerugian akibat pohon tumbang di kompleks wisata Makam Rejenu, Kecamatan Dawe menjadi kerugian terbesar. Yakni sekitar Rp 55 juta. Hal itu disebabkan pohon yang tumbang menimpa lima warung dan satu toilet umum.

Pohon tumbang juga terjadi di Desa Besito, Kecamatan Gebog hingga menimpa satu unit sepeda motor. Kerugian kejadian ini mencapai Rp 1 juta.

Tak hanya itu, pohon tumbang juga terjadi di Dukuh Garungan, Desa Jurang, Kecamatan Gebog. Pohon tersebut menimpa rumah warga hingga mengakibatkan atap mengalami kerusakan. Kerugian kejadian ini mencapai Rp 1 juta.

Selain pohon tumbang, hujan lebat disertai angin kencang merusak dapur rumah salah seorang warga di Dukuh Kumbang, Desa Colo RT III RW IV Kecamatan Dawe yang mengakibatkan kerugian Rp 5 juta.

Pohon tumbang juga terjadi di tempat lain per Senin kemarin. Namun tidak ada kerugian maupun korban jiwa.

Di antaranya pohon tumbang di Desa Gondangmanis, di Jalan Lingkar di Desa Garung Kidul, Desa Getas Pejaten, Desa Pasuruan Kidul, dan di Desa Karangmalang.

Kejadian seperti tanah longsor dan banjir juga terjadi di Kudus. Namun, tidak ada kerugian dan korban jiwa. Yakni longsor di Dukuh Kumbang Desa Colo. Sedangkan banjir limpasan terjadi di Desa Golantepus dan Desa Kesambi.

Baca: Hujan Seharian, Ada 14 Peristiwa Bencana Terjadi di Kudus Hari Ini

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo membenarkan adanya kerugian yang mencapai Rp 62 juta. “Benar untuk kerugiannya sekitar Rp 62 juta akibat cuaca ekstrem,” jelasnya, Selasa (8/12/2020).

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada. “Kami mengimbau masyarakat untuk menggalakkan kebersihan sungai. Lalu, untuk wilayah yang rawan longsor agar tetap berhati-hati dan selalu waspada terhadap pergerakan tanah,” sambungnya.

Lebih lanjut, terkait pohon yang tumbang, pihaknya juga memberi imbauan agar masyarakat tidak berteduh di bawah pohon.

“Terkait pohon tumbang memang perlu adanya perimbasan dan peremajaan bagi pohon yang sudah tua,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...