Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hujan Seharian, Ada 14 Peristiwa Bencana Terjadi di Kudus Hari Ini

MURIANEWS, Kudus – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus mencatat ada sebanyak 14 peristiwa kebencanaan pada Senin (7/12/2020) karena tingginya intensitas hujan di Kota Kretek hari ini.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Budi Waluyo memaparkan, 14 kejadian tersebut didominasi angin kencang hingga merobohkan pohon di sejumah titik. Sementara sisanya, adalah seperti banjir dan tanah longsor.

“Bencana terjadi di enam kecamatan yang berbeda,” kata Budi via sambungan telepon, Senin (7/12/2020).

Lebih rinci, Budi merincikan ada sebanyak delapan peristiwa pohon tumbang. Kemudian tiga peristiwa banjir limpasan, serta satu peristiwa angin kencang dan tanah longsor. “Kami juga melakukan bersih sungai di Desa Sidorekso,” sambungnya.

Untuk pohon tumbang, tambah dia, tersebar di sejumlah titik. Mulai dari titik yang paling tinggi di objek wisata Rejenu Colo, hingga di Jalan Lingkar Desa Garung Kidul.

Kemudian untuk banjir limpasan, tambah dia, berada di tiga titik di Kecamatan Mejobo. Yakni di Desa Kesambi, Desa Mejobo, dan Desa Golantepus. “Untuk longsor dan angin kencangnya ada di Desa Colo,” rincinya.

Pihak BPBD, tambah Budi, pun meminta semua warga yang berada di daerah rawan bencana untuk tetap siaga. Terlebih intensitas hujan di Kabupaten Kudus mulai meninggi.

Pihaknya, juga mengimbau desa-desa yang dilewati aliran sungai untuk segera melakukan pembersihan sampah di seputaran sungai.  Terutama sampah-sampah ranting pohon yang kerap jadi penyebab limpasan air di daerah hilir.

Salah satu desa yang tergenang banjir adalah Dukuh Ngeprek, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kudus tergenang banjir.

Pantauan di lokasi, tinggi genangan air yang berada di seputaran jalan desa tersebut bervariasi. Ada yang baru semata kaki orang dewasa, hingga hampir mencapai lutut orang dewasa.

Sejumlah rumah dengan ketinggian yang sama dengan ruas jalan juga nampak mulai kemasukan air.

Salah satu warga, Sunhadi mengatakan di daerah tersebut memang kerap jadi langganan limpasan air. Terlebih jika cuaca di daerah utara Kabupaten Kudus tengah hujan

“Dari limpasan sungai dekat sawah, ini sudah tiap tahun terjadi,” ucap Hadi di lokasi, Senin (7/12/2020) siang.

Alasan lainnya, tambah dia, adalah daya tampung gorong-gorong yang begitu kecil. Sehingga tidak mampu menampung debit limpasan air.

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...