Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tambah Lagi, Guru SMP 3 Jekulo yang Meninggal Karena Covid-19 Jadi Lima Orang

MURIANEWS, Kudus – Jumlah guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Jekulo yang meninggal dengan status positif Covid-19 kembali bertambah satu orang, Minggu (6/12/2020) petang.

Dengan adanya tambahan ini, total guru yang terpapar dan meninggal dengan status positif Covid-19 menjadi lima orang.

Sebelumnya, ada empat guru di SMP tersebut yang meninggal dunia secara beruntun dan dimakamkan dengan protokol kesehatan. Keempatnya pun telah diketahui meninggal dengan status positif Covid-19.

Camat Jekulo Wisnubroto Purnawarman Jayawardana membenarkan hal tersebut. Yang bersangkutan, kata Wisnu, sempat dirujuk di RS KSH Pati, namun kemudian kembali dirujuk ke RS Kariadi Semarang.

“Tambah satu guru lagi memang, meninggal sekitar pukul 17.53 WIB di Kariyadi Semarang,”  kata Wisnu via sambungan telepon, Minggu malam.

Atas peristiwa ini, pihaknya pun telah menginstruksikan untuk menghentikan aktivitas di sekolah tersebut. Bahkan sejak kasus pertama, yakni tiga guru di SMP tersebut meninggal secara beruntun dan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sudah sejak kasus awal, kami instruksikan untuk tidak ada aktivitas di sekolah,” sambungnya.

Sementara untuk prosesi pemakaman, katanya, akan dilaksanakan besok pagi dengan protokol kesehatan. “Jadwalnya sepengetahuan saya besok,” tandasnya.

Baca: 19 Guru SMP 3 Jekulo Kudus Positif Corona, Lima Meninggal Dunia

Sebelumnya, kabar duka datang dari SMPN 3 Jekulo di Kabupaten Kudus. Tiga gurunya, meninggal dan dimakamkan dengan protokol kesehatan secara beruntun sejak akhir pekan lalu hingga Senin kemarin. Ketiga guru yang meninggal di pekan lalu pun diketahui positif corona.

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kudus lantas menginstruksikan sekolah terkait untuk membuat kronologi dan rekam perjalanan dan kontak masing-masing guru yang meninggal. Hal tersebut dilakukan, agar pemetaan tracing kontak bisa segera dilakukan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...