Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Menengok Rumah Joglo Pencu Berusia 400 Tahun yang Masih Ditinggali Satu Keluarga di Kudus

MURIANEWS, Kudus – Di Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tepatnya berada Gang Pondok yang berada kurang lebih sekitar 150 meter sebelah selatan Menara Kudus, masih terdapat Joglo Pencu rumah adat asli Kudus yang hingga sekarang masih terawat dengan baik.

Rumah tersebut diketahui milik Ahmad Mudrik (84) yang hingga kini masih dihuni dan dirawat bersama istri dan anak-anaknya. Rumah ini diperkirakan sudah berusia ratusan tahun.

Dari pantauan MURIANEWS, rumah joglo tersebut terlindung dengan tembok tinggi bak benteng seperti lazimnya rumah-rumah mewah zaman dulu di daerah Kudus Kulon.

Di rumah tersebut terdapat empat saka dan sembilan tumpang sari khas joglo pencu. Ukiran-ukiran halus, dengan aksesoris rumah tangga kuno zaman dahulu dan halaman yang cukup luas juga nampak memperindah rumah tersebut.

Pemilik rumah tersebut bercerita, semenjak dirinya lahir sudah tinggal di rumah tersebut.

“Ini peninggalan almarhum bapak saya dulu, tahun 1936 saya lahir sudah tinggal di sini. Sepengetahuan saya rumah ini dulu dibeli bapak dari seseorang, tapi tahun berapa saya kurang tahu. Saya ini putra terakhir dari empat bersaudara,” kata dia, Sabtu (12/5/2020).

Rumah Joglo Pencu yang ada di Desa Janggalan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Menurutnya, rumah tersebut sudah beberapa kali dilakukan pemugaran. Namun tak mengubah bentuk dari rumah joglo pencu itu sendiri. Mulai dari pemberian roda pada pintu, penambahan kuci pada pintu hingga pengubahan lantai.

“Dulu pintunya hanya geseran tanpa roda, tapi sudah diubah menggunakan roda. Kunci pintu juga ditambah pengaman, tapi kunci yang seperti pasak juga masih. Lantainya juga yang semula menggunakan ubin dari tanah liat diganti menjadi ubin lawasan. Renovasinya dulu saat masih ada bapak, ubin tanah litanya ditaruh di halaman rumah,” ujar dia.

Tak hanya itu, saka di bagian ruang tamu yang dulunya menggunakan kayu dan hanya satu kini juga sudah diubah menjadi dua saka. “Bapak dulu kan orang teknik, kalau satu dirasa tidak begitu kuat akhirnya ditambah lagi satu,” ungkapnya.

Hingga sekarang rumah tersebut masih dirawat dan dilestarikan. Perawatanya sendiri, tak sembarangan. Ia selalu menggunakan tenaga ahli yang dipanggilnya rutin satu tahun sekali sebelum Hari Raya Idul Fitri.

“Pembersihanya, itu memerlukan waktu satu pekan. Bagian luar itu menggunakan air rendaman tembakau dan cengkeh, kalau bagian dalam menggunakan cairan untuk pembersih kayu. Kalau bersih-bersih itu, biasanya sekalian semua genteng diturunkan dan dibersihkan,” jelas dia.

Bagian dalam rumah joglo pencu di Janggalan Kudus yang masuk dalam kategori Tipe A. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Terpisah, sejarawan Kudus Sancaka Dwi Supani Hadiningrat mengatakan, rumah tersebut diperkirakan sudah berusia kurang lebih 400 tahun. Atau dibangun di masa Kiai Telingsing. Rumah tersebut sebagai salah satu rumah joglo pencu di Kudus Kulon yang bertipe A.

“Tipe A dilihat dari bahanya itu jati tua pilihan, ukirannya juga halus, filosofinya juga lengkap dari depan ada tritis (halaman), jogo satru (ruang terima tamu), sentong (kamar), geledek (kotak beroda yang dulu buat menyimpan harta benda), pakiwon (dapur) itu ada semua, dinding juga terbuat dari kayu,” terangnya.

Menurutnya, saka tunggal yang berada di depan dan awalnya berjumlah satu itu memiliki arti tersendiri. Jika di sebelah kanan, berarti bangunan tersebut peninggalan laki-laki dan jika kiri merupakan peninggalan perempuan.

“Kalau saka di depan sudah dua berarti sudah diperbarui. Ukiran-ukiran halus sederhana yang merupakan khas Kudus itu, merupakan perpaduan akulturasi budaya China, Jawa, Persia, Eropa, dan Hindu. Sebenarnya ada lagi rumah joglo pencu yang masih kuno dan bagus, seperti di Desa Langgar Dalem, hingga Desa Kauman. Saya data terakhir tahun 2005 itu, tipe A di Kudus masih ada sekitar 13 Joglo pencu,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...