Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hingga November 119 Warga Blora Terjangkit DBD, Dua Meninggal

MURIANEWS, Blora – Sejak Januari sampai November 2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora mencatat ada 119 warga yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah itu, dua di antaranya meninggal dunia.

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Blora Sutik, menginmbau masyarakat semakin waspada dengan DBD. Sebab, di musim hujan seperti ini populasi nyamuk demam berdarah semakin banyak.

“Pada bulan November ini saja terdapat sejumlah penderita baru. Terkahir, pada pekan lalu terdapat enam pasien yang harus dirawat di dua rumah sakit di Blora,” katanya, Sabtu (05/12/2020).

Sutik mengatakan, di Blora masih banyak desa yang tercatat sebagai endemik DBD. Jumlahnya ada 47 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Rinciannya, di Kecamatan Blora terdapat 13 desa, Kecamatan Jepon 3 desa, Tunjungan 4 desa, Banjarejo 5 desa, Ngawen 3 desa, Japah 1 desa, Kunduran 1 desa, Todanan 1 desa, Cepu 5 desa, Kedungtuban 2 desa, Jiken 3 desa, Randublatung 3 desa, dan Kecamatan Jati 2 desa.

“Desa yang dinyatakan endemik itu karena selama tiga tahun berturut-turut selalu ada penderita DBD,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya angka pasien DBD, Sutik mengimbau agar masyarakat membersihkan genangan sisa hujan yang ada di sekitar rumah. Sebab, di genangan tersebut biasanya nyamuk berkembang biak.

“Maka kami mengingatkan agar selalu 3 M (menutup, menguras, dan mengubur),” ujar dia.

Kata Sutik, hal tersebut penting karena selain ancaman pandemi virus corona, masyarakat juga harus waspada terhadap DBD.

“Kami juga mengimbau warga selalu menjaga kesehatan serta kebersihan, karena selain pandemi covid, penyakit lain tentu juga harus di antisipasi,” pungkasnya.

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...