Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Duh, 80 Persen Kasus Positif Covid-19 di Jepara Berstatus OTG

MURIANEWS, Jepara – Kewaspadaan tinggi harus dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Jepara. Pasalnya, sebagian besar kasus-kasus positif Covid-19 di Jepara terjadi pada orang-orang yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Kelompok ini, dalam istilah medis dalam penanganan Covid-19 sering disebut sebagai silent killer atau pembunuh yang senyap.

Ketua Tim Ahli Satgas Penanganan Covid 19 Jepara dr M Fakhrudin menyatakan, saat ini virus Covid-19 sudah bermutasi ke-7. Karakteristiknya juga sudah berubah jauh jika dibandingkan dengan virus Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan China. Virus ini, sekarang berubah 10 kali lebih ganas dan 20 kali lebih cepat menular, dibandingkan saat pertama kali ditemukan di Wuhan, China.

“Bisa dibayangkan jika virus ini menular pada OTG, yang karena tidak mengetahui dan tidak mau menerapkan protokol kesehatan. Maka potensi penularannya akan semakin mengerikan. Lebih buruk lagi jika masyarakat juga lemah di dalam penerapan protokol kesehatan. Potensinya, sebaran virus ini akan semakin tak terkendali lagi. Kasus-kasus yang melibatkan OTG ini bisa menjadi silent killer,” katanya.

“Saya kira sudah saatnya untuk semua masyarakat memahami hal ini. Kasus-kasus baru bermunculan saat ini. Kewaspadaan harus ditingkatkan. Lindungi diri sendiri dan orang lain, dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan,” imbuh Fakhrudin, Jumat (4/12/2020).

Dari perkembangan yang terjadi saat ini, pihaknya berharap pembatasan kegiatan masyarakat bisa dilaksanakan dengan ketat. Kerumunan di yang saat ini sering terjadi seiring banyaknya hajatan yang digelar warga, harus diawasi dalam pelaksanaannya. Kemudian juga kerumunan di lokasi-lokasi layanan publik juga harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Karena Covid-19 menimbulkan ketidaknormalan, atau abnormal, maka penanganannya juga harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak normal juga. Eksekusi dalam kebijakan-kebijakan yang sudah diambil terkait penanganan Covid-19 harus dilakukan dengan tegas.

Selain itu, dalam usaha ini juga dibutuhkan komitmen dari semua pihak. Covid-19 tidak akan bisa hilang, karena itu protokol kesehatan harus menjadi perilaku baru di masyarakat.

“Selain itu, mari kita semua menunjukan keteladanan kepada semua pihak terkait penerapan protokol kesehatan. Dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan masyarakat yang lebih luas. Keteladanan ini juga penting dalam upaya membangun kesadaran dalam penerapan protokol kesehatan,” tegas dr M Fakhrudin.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...