Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

179 Siswa SMKN Jateng Dikabarkan Terpapar Corona, Ganjar Hentikan Uji Coba PTM

MURIANEWS, Semarang – Sejumlah siswa SMKN Jateng dikabarkan terpapar Covid-19. Jumlahnya disebut-sebut bahkan sangat banyak, mencapai 179 siswa, yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala.

Ketua DPRD Jawa Tengah Bambang Kusriyanto kepada wartawan membenarkan telah mendapat informasi mengenai hal ini, Jumat (04/12/2020). Menurut dia, informasi awal yang didapatkannya ada 22 siswa yang positif dan menjalani isolasi di Gedung BPSDMD Srondol, Semarang.

Informasinya menurut dia, lima siswa sudah dinyatakan negatif. Namun belakangan ia kembali mendapat informasi jika ada 152 siswa lain yang juga terpapar.

“Iya saya sudah mendapat laporan kalau SMKN(Jateng) jadi klaster penyebaran Covid-19 karena banyak siswanya positif. Total positif jadi 179 siswa, lima siswa sudah sembuh,” katanya dikutip dari detik.com.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam keterangan pers yang diterima MURIANEWS membenarkan jika ada siswa SMKN Jateng yang terpapar corona. Namun Ganjar tak menyebut berapa jumlah siswa yang tertular.

“Saya belum tahu daftar terakhir. Kemarin saya dilapori di SMK Jateng ada yang terpapar terus kemudian saya cek penularan dari mana,” kata Ganjar.

Ia mengatakan, setelah mendapat informasi itu pihaknya langsung memerintahkan untuk menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Tak hanya di SMKN Jateng, tapi juga di SMA dan SMK lainnya di Jateng yang telah ditunjuk untuk menggelar simulasi PTM.

“Sudah kita tutup dan saya suruh untuk tes semuanya. Kita minta untuk uji coba kita tutup semuanya, sudah dua hari ini,” ujarnya.

Baca: Ganjar Ungkap Asal Muasal Corona Menyebar di SMKN Jateng

Ganjar juga menyebut, sejumlah SMAN di Jateng yang menggelar simulasi PTM sebenarnya sudah berhenti karena ada tes semester. Hanya beberapa sekolah yang masuk kategori boarding school yang menjalankan.

“Begitu ada (yang terpapar) itu saya minta langsung tutup dan tidak ada lagi yang lain. Memang anak-anak ini OTG semua tetapi kita tidak berani untuk kemudian kita meneruskan kalau nanti tidak ada evaluasinya,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...