Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Trotoar di Kabupaten Kudus Dianggap Tak Ramah Difabel

MURIANEWS, Kudus – Banyak trotoar di Kabupaten Kudus dinilai Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK) masih tak ramah difabel. Selain karena ketinggiannya, banyak guiding block (Jalur pemandu khusus untuk difabel) di trotoar yang berakhir di tiang listrik ataupun pompa air.

“Bayangkan jika seorang tuna netra berjalan sesuai guiding block yang telah dibangun tersebut. Hampir semuanya tak ramah difabel,” ucap Koordinator FKDK Kudus Rismawan Yulianto, Jumat (4/12/2020).

Selain itu, banyak trotoar yang ketinggiannya sangat tidak lazim. Ada juga, trotoar yang tidak memiliki akses untuk naik.

Sehingga para kaum disabiltas yang menggunakan kursi roda jadi kepayahan untuk naik. “Karena terlalu tinggi jadi sedikit kesulitan,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya pun berharap semua pemangku kepentingan di Kabupaten Kudus untuk tidak mengabaikan kaum disabilitas. Khususnya hak-hak kaum disabilitas, seperti mendapat trotoar yang layak dan ramah disabilitas.

Para difabel, lanjut  Rismawan, juga diharapkan bisa mendapat ruang lebih untuk berekspresi maupun bekerja dan menjalankan hidupnya.

“Supaya bisa maju dan bisa mandiri, jangan ada pendiskriminasian kaum difabel di sektor apapun dan dari segi manapun,” terangnya.

Ini mereka disuarakan dalam rangkaian peringatakan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Dalam peringatan ini, FKDK juga membuat masker nonmedis secara swadaya dan membagikannya kepada pengguna Jalan Jendral Sudirman.

Dalam kesempatan tersebut, mereka mengajak masyarakat Kudus untuk terus patuh dan taat akan protokol kesehatan. Hal tersebut dikarenakan penularan virus tersebut yang kian massif di Kabupaten Kudus.

“Untuk puncak kegiatannya sendiri kami akan menggelar riding city kecil-kecilan, agar kami tidak diabaikan oleh para pemangku kepentingan. Tentunya dengan protokol kesehatan,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...