Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Musim Ikan, Ini Spot Mancing di Jepara yang Bisa Dicoba saat Pandemi

MURIANEWS, Jepara – Memasuki peralihan musim kemarau ke musim hujan seperti saat ini, di kalangan para pemancing, dikenal sebagai musimnya ikan. Meski demikian, para pemancing harus pintar memilih waktu untuk memancing.

Sebab, kadang badai lautan, bisa muncul secara tiba-tiba dan bisa membahayakan keselamatan. Kegiatan memancing, pada masa pandemi Covid-19 saat ini menjadi salah satu kegiatan yang diminati masyarakat. Berikut spot-spot mancing di Jepara yang bisa dicoba untuk meningkatkan imunitas di musim pandemi Covid-19.

Di kalangan penghobi mancing, ada istilah mancing ‘pinggiran’ dan ‘tengahan’. Untuk mancing pinggiran biasanya dilakukan di perairan yang tidak jauh dari daratan. Sedangkan untuk mancing tengahan, merupakan kegiatan mancing yang berada di perairan jauh dari daratan. Baik untuk mancing pinggiran atau tengahan, Jepara memiliki sejumlah spot mancing yang layak dicoba.

Rhoby Sani, salah satu penghoby mancing, menyebutkan ada banyak spot yang biasa didatanginya untuk menuntaskan hasrat memancingnya. Untuk pinggiran,  banyak pemancing yang mengadu nasib di Pelabuhan Pantai Kartini, Pelabuhan Ujung Batu, Pantai Pungkruk Mororejo, Pantai Ujung Piring, atau perairan di seputar Pulau Panjang sampai ke Teluk Awur.

Sedangkan untuk spot tengahan, Rhoby yang biasa dipanggil dengan sapaan Bendot, menyebut ada banyak spot yang biasa dikunjungi pemancing asal seputaran Jepara. Misalnya di Karang Misah, yang terletak sebelah Barat JOP (Jepara Ocean Park), Karang Bokor, sebelah barat Kedung menuju perairan Demak. Lalu spot Alas Tuwo, Jongok dan Karang Ombo, yang berada di sebelah utara PLTU Tanjung Jati B. Lainnya juga ada spot di lokasi tenggelamnya Kapal KM Senopati, di sebelah Timur Laut Pulau Mandalika.

“Spot-spot itu biasa didatangi pemancing asal Jepara dan sekitarnya. Saat peralihan musim seperti sekarang ini biasanya ramai ikan. Cuma ya itu, harus pinter-pinter memilih waktu. Sebab cuaca bisa berubah secara mendadak. Jadi harus benar-benar diperhatikan masalah keselamatannya,” ujar Rhoby ‘Bendot’Shani, Kamis (3/12/ 2020).

Sementara itu, dari Abdul Syukur, yang juga salah satu ‘tokoh’ mancing di Jepara, menjelaskan, di Jepara ada beberapa pangkalan perahu yang melayani jasa keperluan mancing. Diantaranya di Bulu, Bandengan, Mlonggo, Bondo dan Pungkruk. Para pemancing bisa menyewa perahu untuk mengantarkan ke beberapa spot yang dimaksud.

Harga sewanya berkisar antara Rp 250 ribu sampai Rp 700 ribu per hari. Angkanya bergantung pada ukuran perahu dan spot yang akan dituju. Jika hanya mancing pinggiran, maka harga sewanya lebih murah. Penyewa bisa meminta berpindah spot sesuai keinginannya.

Selain itu, ada juga pemancing yang mengikuti Open Trip, atau paket perjalanan mancing yang dibuka oleh para nelayan. Harganya lebih murah, sekitar Rp 125 ribu per orang. Namun untuk sistem ini, para pemancing hanya mengikuti perjalanan si nelayan pemilik perahu. Biasanya untuk open trip seperti ini dibuka nelayan-nelayan di Mlonggo, Pungkruk atau Bulu. Pemancing tinggal mencari informasi dibukanya open trip ini.

“Kalau tengahan kan biasanya harus melakukan perjalanan lebih dari dua jam untuk menuju spot mancingnya. Jadi harga sewa perahunya lebih mahal. Harga yang ada terkadang belum termasuk keperluan logistik. Tinggal pembicaraannya saja,” jelas Abdul Syukur.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...