Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Disbudpar Kudus Sepakat Libur Akhir Tahun Dipangkas, Tempat Wisata Tak Terapkan Prokes Diancam Sanksi

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah pusat, telah resmi memangkas libur akhir tahun selama tiga hari. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus sepakat dengan kebijakan tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Disbudpar Kudus Bergas Catursasi Penanggungan, saat ditemui di Taman Krida Rabu (2/12/2020).

“Jadi apa yang dilakukan pemerintah pusat dengan mengurangi libur akhir tahun sangat tepat, itu sedikit banyak bisa ngerem pergerakan masyarakat dari suatu tempat ke tempat lain,” katanya.

Di sektor pariwisata, lanjut Bergas, keputusan tersebut bisa mengantisipasi lonjakan wisatawan yang sangat tinggi. Dan pengelola serta pelaku wisata bisa lebih mengontrol kepatuhan wisatawan dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita harus melihat tren kasus Covid-19 khususnya di Jawa Tengah, dari informasi yang kami terima ada peningkatan. Untuk itu kami di sektor pariwisata harus mengantisipasi hal tersebut,” ujarnya.

Meski sudah dipangkas, menghadapi liburan nanti pihaknya akan mengawasi, mengevaluasi, hingga menyosialisasikan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan di masa pandemi.

“Dengan harapan penerapan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak) bisa selalu diterapkan secara ketat di sektor pariwisata. Bukan hanya 3M, semua pihak harus selalu saling mengingatkan, agar berwisata di Kudus bisa tetap aman, sehat, bersih, dan nyaman,” jelasnya.

Jika ada destinasi wisata di Kudus yang tak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, pihaknya tak segan memberi sanksi hingga menutup destinasi wisata tersebut. Sebab, saat ini keselamatan dan kesehatan manusia merupakan hal yang utama.

“Kalau bandel saya beri sanksi sebagaimana yang sudah diatur dalam perbup, bisa jadi sampai ditutup. Tapi sebelum itu upaya pendekatan presuasif, pengawasan, serta monitoring kami utamakan. Kami menyiapkan satgas pariwisata yang bertugas untuk memonitoring dengan melakukan kunjungan mendadak di destinasi wisata,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...