Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pesanan Membeludak, Said Luncurkan Batik Tulis Motif Menara Kudus dengan 20 Warna

MURIANEWS, Kudus – Banyaknya permintaan batik khas Kudus dari dalam dan luar Kudus membuat Said Anwarudin meluncurkan batik tulis dengan ikon Menara Kudus yang merupakan salah satu ikon Kota Kretek. Bahkan, dia memproduksi dalam 20 warna.

Saat ditemui di kediamannya yang berada di Desa Singocandi RT V, RW IV, Kecamatan Kota, Kudus, Said-sapaan akrabnya itu memperlihatkan batik tulis ikon Menara Kudus.

Tak hanya tersedia 20 warna, dalam satu kain batik berukuran 2 meter x 1,10 meter itu tersedia dua warna.

Beberapa warna batik tulis ikon Menara Kudus itu terdiri dari warna merah, biru, hijau tua, hijau muda, ungu, hitam, cokelat, oranye, dan beberapa warna lainnya.

“Saya buat 20 warna. Dan bisa dilihat juga di sini satu kain ini bisa dua warna. Ibaratnya orang beli satu batik bisa dibilang sama seperti beli dua batik. Bisa untuk gantian. Ini kan separo warnanya merah, separonya cokelat,” ujar pemilik toko Sekar Jagad Batik itu, Rabu (02/12/2020).

Said juga membeberkan alasan dirinya membuat batik tulis ikon Menara Kudus.

“Alasannya karena banyak permintaan dari beberapa kantor di Kudus. Terus dari luar kota yang datang ke sini juga pada minta batik yang ada ikon Menara Kudusnya. Di sekitar sini juga banyak anak kos dari luar Kudus yang nyari buat oleh-oleh di kampung halaman. Terus pekan ini ada orang Medan beli 20 batik,” ujar dia.

Menariknya, Said mampu menjual batik tulis ikon Menara Kudus sampai 100 buah dalam kurun waktu kurang dari sebulan.

“Untuk saat ini saya masih produksi di Kebumen. Terus saya bawa ke sini. Tapi banyak yang menyarankan agar produksi di sini. Tahun depan mungkin mulai perbanyak motif ini.

Untuk batik tulis dengan ikon Menara Kudus itu, Said mematok harga Rp 200 ribu. Soal keunikannya dia menunjukkan kekhasan batik tersebut.

“Ini ada ikon Menara Kudus. Terus ini yang titik-titik namanya gabah utah. Kalau yang ini ada daun tembakaunya,” katanya sambil menunjukkan di tiap-tiap corak yang terdapat di kain batik tersebut.

Said berharap batik di Kudus dapat terus berkembang. “Saya sebenarnya ingin di Kudus ada desa batik. Supaya bisa mengenalkan batik ke generasi muda. Bukan hanya cara membatik tetapi juga strategi bisnis batik,” harapnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...