Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pati Butuh Pengawasan

MURIANEWS, Pati – Distribusi pupuk bersubsidi selama ini memang banyak dikeluhkan oleh petani. Terutama pada saat sampai ke pengecer, banyak petani yang tidak bisa menebus pupuk tersebut sekalipun sudah mempunyai kartu tani.

Petani Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo Kamelan mengatakan, kalau memang petani ini adalah penyangga pangan nasional, seharusnya kebutuhan diperhatikan. Seperti pupuk, setiap kali musim pemupukan, selama itu pula pupuk langka.

“Terkadang kami juga bingung. Pupuk langka, padahal sudah saatnya pemupukan. Ini sangat disayangkan. Apalagi yang langka itu pupuk bersubsidi yang merupakan harapan para petani,” ungkapnya.

Dia menilai, dalam pendistribusian pupuk ini, perlu adanya pengawasan dari instansi terkait. Bahkan jika diperlukan, tata niaga pupuk juga harus diperjelas hingga tingkat pengecer dan petani.

“Hal ini agar tidak terjadi kesalah pahaman. Kalaupun ada pihak-pihak yang nakal, bisa langsung ditindak. Karena masalah pupuk ini sangat menghantui para petani,” imbuhnya.

Dia menceritakan, untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi itu, pihaknya bahkan nekat datang ke DPR pusat untuk menemui salah satu Anggota Dewan, Firman Subangyo. Oleh Firman, dia dihubungkan langsung dengan Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Sarwo Edhy.

“Salah satu yang dijelaskan Pak Edhy adalah terkait penggunaan kartu tani. Jadi, sekalipun petani tidak mempunyai kartu tani tetapi masuk dalam RDKK, petani tetap bisa mendapatkan pupuk,” terangnya.

Namun, lanjut Kamelan, hal seperti itu terkadang tidak diketahui oleh pengecer. Sehingga nantinya ada masalah seperti itu, baik pengecer maupun petani sama-sama paham.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...