Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Laku Bisu, Kirab Pusaka Kabupaten Blora Berlangsung Khidmat

MURIANEWS, Blora – Kirab pusaka dalsm rangkaian Hari Jadi Kabupaten Blora dilakukan hingga Rabu (02/12/2020). Pesertanya melakukan laku bisu atau tanpa bicara selama prosesi.

Kirab kali ini tak jauh beda pada kirab pada tahun sebelumnya hanya saja kirab tahun ini tidak semua pejabat dan para camat yang ikut, karena dilakukan protokol kesehatan ketat.

Kirab pusaka sendiri dilepas dan diikuti langsung oleh Bupati Djoko Nugroho, sembari berdoa untuk kemajuan dan keselamatan Kabupaten Blora.

Berawal dari Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Kirab Pusaka diberangkatkan tepat pukul 00.00 WIB, mengelilingi pusat pemerintahan Kabupaten Blora sejauh kurang lebih dua kilometer.

Peserta kirab pusaka Kabupaten Blora melakukan laku bisu atau tak berbicara selama kirab. (MURIANEWS/Priyo)

Adapun petugas pembawa pusaka Keris Kyai Bisma adalah Sekda Komang Gede Irawadi. Sedangkan pembawa pusaka lainnya adalah dari Peguyuban Pandemen Tosan Aji Toya Padasan. Diikuti para paraga dan pengombyong kirab lainnya yang memakai pakaian adat Jawa (beskap krowok).

“Intisari dari pelaksanan Hari Jadi Kabupaten Blora ada dua, yaitu ziarah ke makam-makam bupati kita dan yang satunya adalah yang kita laksanakan hari ini, yaitu kirab pusaka,” kata Bupati Djoko Nugroho.

Bupati menambahkan, bahwa hari ini, Hari Jadi Kabupaten Blora ke-271 dilaksanakan sangat sederhana. Hanya tirakatan dan doa, karena saat ini sedang pandemi dan sedang melaksanakan Pilkada.

“Ini semua kita laksankan untuk menjaga suasana hati kita. Satu lagi nanti yang kita laksanakan adalah syukuran, Jumat depan, juga sangat sederhana, bukan malam hari, tapi siang hari,” tambahnya.

Kabid Kebudayaan Dinporabudpar Solichan Mochtar menjelaskan, ada ketentuan yang harus ditaati oleh peserta kirab pusaka. Yakni dilarang berbicara selama perjalanan sesuai rute yang ditentukan.

“Selama perjalanan tidak boleh bicara dan harus khidmat dengan memanjatkan doa kepada Tuhan agar Kabupaten Blora serta warga masayarakat diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana,” ujarnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...