Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Meningkat Drastis, Kasus Covid-19 Jepara Mendekati Angka 3.000

MURIANEWS, Jepara – Penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jepara meningkat drastis. Secara keseluruhan, hingga Selasa (1/12/2020) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mendekati angka 3.000 kasus, yakni 2.808 kasus. Dari jumlah tersebut, 2.691 di antaranya melibatkan warga Jepara.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Jepara Moh Ali mengatakan, jumlah tersebut termasuk tambahan kasus baru sebanyak 30 orang pada Senin (30/11/2020) malam dan 61 kasus baru pada Selasa (1/12/2020) siang.

Hanya saja, ia mengakui penambahan kasus baru masih dimungkinkan terjadi secara signifikan. Apalagi, hasil-hasil yang disampaikan merupakan hasil lab dari sample swab yang diambil pada pekan lalu. Selain itu, masih ada sample swab yang masih ditunggu keluar hasil pemeriksaannya.

“Selain kenaikan angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19, Jepara dalam hal ini juga mengalami kenaikan dalam jumlah angka kematian akibat Covid-19,” katanya, Selasa (1/12/2020).

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang ada, sejak pekan ke-45 hingga pekan ke-48, angka kematian akibat Covid tercatat mengalami lonjakan signifikan. Pada pekan ke-45 ada lima kasus kematian, kemudian pekan ke-46 ada empat kasus kematian. Lalu dalam dua pekan selanjutnya angka kematian meningkat menjadi 12 kasus (pekan ke-47) dan 18 kasus (pada pekan ke-48).

“Kami tidak bisa berkomentar banyak, namun yang pasti memang seperti itulah hasil yang kami dapatkan. Angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dimungkinkan akan kembali bertambah dalam hari-hari ini. Sebab masih banyak sample swab pekan lalu yang masih kami tunggu hasilnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Satgas Covid 19 Jepara, dr M Fakhrudin menyatakan, apa yang terjadi di Kabupaten Jepara menunjukan fenomena bahwa penanganan Covid-19 di Jepara masih minim dalam hal penerapan protokol kesehatan.

Saat ini kegiatan 3 T (Testing, Tracing, Threatment) ditingkatkan secara signifikan. Pemkab Jepara dalam hal ini memang harus melaksanakan program swab screening untuk 1/100 jumlah penduduk setiap pekannya.

“Jika kemudian timbul peningkatan kasus dan angka kematian maka, dalam hal ini mengindikasikan proses penerapan protokol kesehatan dengan 3 M (Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) belum optimal dilaksanakan,” keluhnya.

Ia menilai, jika kegiatan 3 T dilakukan dengan hebat, sementara 3 M tidak dilakukan secara optimal, maka yang muncul adalah naiknya angka kasus dan kematian. Potensi selanjutnya adalah kemungkinan akan penuhnya ruang isolasi, yang bisa berdampak pada keselamatan para tenaga kesehatan. Resiko ini bisa saja dihadapi Jepara, jika situasi tidak segera diatasi secepatnya.

“Covid-19 belum ada obat atau vaksinya. Hal yang bisa dilakukan adalah melakukan 3T dan 3M. Dua kegiatan ini harus dilakukan secara bersama-sama dengan maksimal. Jika 3T dilakukan dengan kuat, sementara 3M tidak dilakukan optimal, maka kejadiannya akan seperti sekarang ini. Kasusnya meningkat, baik kasus positif maupun kematiannya. Hal ini beresiko terhadap kapasitas pelayanan kesehatan yang ada,” tandasnya.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...