Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penegakan Prokes di Jepara Diminta Lebih Tegas

MURIANEWS, Jepara – Penegakan aturan mengenai protokol kesehatan Covid-19 diminta lebih tegas lagi. Apalagi penanganan Covid-19 di Kabupaten Jepara yang menunjukan perkembangan kurang baik dalam beberapa pekan terakhir.

Hal ini secara tegas disampaikan oleh Kapolres Jepara AKBP Aries Tri Yunarto. Pihaknya berpendapat, penegakan aturan mengenai protokol kesehatan masih lemah. Ia pun mencontohkan, adanya sikap penolakan pemakaman dengan protokol covid, pihaknya pun siap melakukan penanganan.

Dalam hal ini ada beberapa aturan atau Undang-Undang yang bisa diterapkan. Diantaranya bisa menggunakan Undang-Undang Kesehatan dan Undang-Undang Karantina. Sehingga dengan penanganan yang jelas, masyarakat juga bisa memahami demi kepetingan keselamatan semua pihak.

“Silahkan koordinasikan dengan kami jika menemui kendala-kendala dalam penerapan protokol kesehatan atau protokol covid 19. Ketegasan diperlukan untuk menegakan protokol kesehatan. Namun demikian, tentu saja tetap lebih dulu dikedepankan pendekatan-pendekatan persuasive dan edukatif. Sehingga kesadaran muncul dari masyarakat dengan baik,” ujar AKBP Aries Tri Yunarto, Selasa (1/12/2020).

Dukungan untuk penegakan protokol kesehatan juga disampaikan oleh Komandan Kodim 0719 Jepara, Letkol Arh Tri Yudi Herlambang. Dalam upaya penegakan protokol kesehatan, pihaknya berpendapat harus dilakukan dengan cara yang luar biasa.

Termasuk untuk sanksi bagi para pelanggar, jika memang dipandang perlu harus diterapkan dengan ukuran yang benar-benar membuat jera.

“Jadi kami kira perlu dilakukan penerapan sangsi yang benar-benar menimbulkan efek jera. Jenis sangsi hukumannya mungkin bisa dikembangkan lagi. Termasuk jenis sangsi hukuman yang sifatnya edukatif sekalipun, perlu dipertimbangkan untuk bisa benar-benar menimbulkan efek jera,” ujar Letkol Arh Tri Yudi Herlambang, pada kesempatan yang sama.

Terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyatakan akan segera melakukan evaluasi terkait kebijakan relaksasi atau pelonggaran kegiatan masyarakat, yang diterapkan pada masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini perlu dilakukan, setelah dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 menunjukan perkembangan kurang baik. Memasuki pekan ke-48, Kabupaten Jepara malah justru mendekati mendekati zona merah.

“Relaksasi yang tertuang di Perbup 52 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat akan kita evaluasi. Karena di lapangan pelonggaran yang kita berikan tidak diikuti dengan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan oleh masyarakat,” kata Dian Kristiandi, Selasa (1/12/2020), secara terpisah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...