Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jelang HUT Blora Keris Kyai Bisma Dikeluarkan dari Wadahnya, Ini Tujuannya

MURIANEWS, Blora – Keris Kyai Bisma yang dipercaya sebagai kekancing untuk bupati Blora, dikeluarkan dari wadah dan tempat penyimpanannya. Tak hanya keris ini, sejumlah pusaka lain juga dikeluarkan dari rumah dinas bupati Blora.

Benda-benda pusaka ini sengaja dikeluarkan untuk dijamas, sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-271 Kabupaten Blora. Acara jamasan kali ini dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

Prosesi jamasan kali ini diserahkan kepada Yayasan Mahameru dengan menggandeng sejumlah komunitas.

Usai doa bersama dan tumpengan, benda-benda pusaka milik Kabupaten Blora dikeluarkan dari dalam rumah dinas Bupati dan dibawa ke lapangan tenis untuk prosesi jamasan.

Selain Keris Kyai Bisma, benda pusaka lainnya yang dijamas adalah Keris Kyai Segara Madu, dan beberapa keris lainnya, serta tombak. Semuanya dijamas satu per satu dengan air bunga, jeruk nipis, dan banyu warangan (cairan khusus untuk mencuci pusaka logam).

Proses jamasan keris pusaka milik Kabupaten Blora. (MURIANEWS/Priyo)

Ketua Yayasan Mahameru Gatot Pranoto menyampaikan jamasan ini merupakan bentuk perawatan rutin setiap tahun agar tidak terjadi oksidasi.

“Jadi ini perawatan rutin setiap tahun. Dari sisi teknis itu perawatan logam agar tidak terjadi oksidasi,” katanya, Selasa (1/12/2020).

Sehingga menurut dia, masyarakat tak perlu memaknai aktivitas ini dengan hal-hal yang berbau mistik. Melainkan sebagai upaya untuk melestarikan dan menjaga benda cagar budaya.

Prosesi jamasan diperlukan warangan yakni sejenis bahan kimia yang terdapat di toko bahan kimia. Fungsinya menurut dia, berguna membersihkan permukaan besi tosan aji (pusaka) dari karat, sekaligus untuk lebih mempertajam pamor benda pusaka itu sendiri.

Sesudah dipoles dengan warangan, guratan estetis batu meteor atau pamor dan inti baja pada benda pusaka akan menjadi tampak jelas dan terlihat kontras. Hingga mudah dibaca dan dipahami apa arti pamor benda pusaka tersebut.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Blora Solichan Mochtarmengatakan, agenda jamasan pusaka ini sebagai bentuk pelestarian seni budaya yang ada di Kabupaten Blora.

Prosesi jamasan pusaka, menurut dia, sama seperti di tahun sebelumnya. Hanya saja yang membedakan kali ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan sederhana sebagai rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora ke-271.

“Jamasan pusaka sudah menjadi tradisi setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap benda-benda pusaka peninggalan leluhur agar tetap terawat dan terjaga keasliannya. Meski di tengah pendemi, tetap eksis dilaksanakan,” terangnya.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...